Tradisi upacara mayat berjalan di tana toraja

Tradisi upacara mayat berjalan di tana toraja - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Tradisi upacara mayat berjalan di tana toraja " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia.

Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Tradisi upacara mayat berjalan di tana toraja " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.

Baca : Tradisi upacara mayat berjalan di tana toraja
Gambar mayat berjalan

Gambar mayat berjalan

Asal usul mayat berjalan di toraja – Keanekaragaman budaya adat istiadat di indonesia sangatlah banyak dari sabang hingga merauke. Tak heran jika negara kita satu ini di kenal di mata dunia. Salah satu adat yang fenomena adalah tradisi mayat berjalan di tana toraja sulawesi selatan. Selain dikenal dengan kerajinan seni dan juga pemandangan indahnya Toraja yang terletak di bagian timur, Sulawesi Selatan juga memiliki sebuah ritual mengerikan. Ritual tersebut lebih dikenal dengan istilah ‘Ma’nene’. Ritual ma’nene adalah ritual untuk menghormati para leluruh dengan menghidupkan kembali mayat yang telah di kubur.

Sejarah tradisi mayat berjalan toraja

Tradisi ma’nene sudah terjadi sejak jaman dahulu kala, bahkan tradisi tersebut sudah di mulai jauh sebelum Indonesia merdeka. Kisah mayat berjalan tersebut bermula kala seorang pemburu muda yang dikenal dengan nama Pong Rumasek menemukan satu sosok mayat di tengah hutan yang terletak di sekiatr pegunungan Balla. Merasa kasihan karena mayat tersebut tidak terurus dan di biarkan tergeletak begitu saja, Pong Rumasek pun konon akhirnya menghentikan perburuannya untuk merawat mayat tersebut dengan membungkus mayat menggunakan bajunya. Anehnya setelah merawat mayat tersebut Pong Rumasek dikabarkan langsung mudah mendapat binatang buruan. Bahkan sesampainya di rumah semua lading pertaniannya pun langsung tumbuh subur, hasil pertaniannya juga langsung berlimpah. Sejak saat itu setiap kali berburu di hutan Rumasek pun selalu mengunjungi mayat tersebut, bahkan kabarnya Rumasek dengan ilmunya ia juga mengajak mayat tersebut untuk ikut berburu dengannya. Berawal dari situ kisahnya pun terus berkembang hingga sekarang dan menjadi sebuah kepercayaan yang sangat melekat di masyarakat Tana Toraja, mereka percaya jika arwah leluhur mereka tidak akan meninggalkan keluarganya seperti keyakinan yang terus di turunkan pada generasi Pong Rumasek. Arwah tersebut dipercaya akan terus hidup untuk membantu keluarganya.

Jika ritual tersebut adalah ritual untuk menghormati para leluhur termasuk Pong Rumasek, yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana bisa mayat dihidupkan kembali, kebayangkan seperti apa?. Bahkan tak hanya bangun dari tidur tapi juga di suruh berjalan sampai di rumahnya. Dari penelusuran, prosesi pembangkitan mayat orang yang telah meninggal tidak mudah dilakukan, hanya orang-orang tertentu yang memiliki ilmu tertentu yang bisa membangkitkan mayat dan memerintahkannya untuk berjalan. Hal tersebut juga tidak terlepas dari tradisi ma’nene atau yang mungkin lebih mudah disebut sebagai tradisi untuk mengganti pakaian jenazah sebagai bentuk penghormatan.

Rumah adat toraja

Rumah adat toraja

Fenomena mayat berjalan yang hanya satu-satunya terdapat di Toraja ini memang terbilang sangat mengerikan. Bahkan kabarnya seiring dengan berkembangnya waktu ilmu untuk menghidupkan mayat juga tak hanya di gunakan untuk ritual ma’nene. Tapi juga mulai di pakai untuk menggiring mayat agar bisa berjalan sendiri menuju pemakamannya, begitu pula jika ada salah seorang sanak keluarga yang merasa rindu dengan mendiang maka mayat yang di rindukan akan di datangkan ke rumah dengan cara berjalan. Namun sesampainya di rumah mayat tersebut tetap akan di tidurkan di kamar yang telah di siapkan khusus.

Mayat Berjalan Toraja oleh SegiEmpatMenurut salah seorang masyarakat setempat tradisi menghidupkan mayat untuk berjalan sendiri juga tak lepas dari doa-doa yang di panjatkan kepada para leluhur, namun bagi masyarakat perkotaan ritual menghidupkan mayat sudah mulai jarang di gunakan. Tapi di daerah-daerah pelosok masih sering melakukan ritual ma’nene.

Fenomena mayat berjalan Toraja saat ini sudah tersebar hingga ke berbagai pelosok penjuru dunia. Bahkan ritual yang diadakan setiap bulan Agustus setiap tahunnya ini sudah menjadi sebuah bagian pariwisata.

Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Tradisi upacara mayat berjalan di tana toraja yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Tradisi upacara mayat berjalan di tana toraja. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Tradisi upacara mayat berjalan di tana toraja yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Tradisi upacara mayat berjalan di tana toraja secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Artikel seni budaya di cari :

download lagu yang banyak digunakan penari jambi, endang terkuat barongan