Sejarah singkat warok reog ponorogo jawa timur

Sejarah singkat warok reog ponorogo jawa timur - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Sejarah singkat warok reog ponorogo jawa timur " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia.

Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Sejarah singkat warok reog ponorogo jawa timur " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.

Baca : Sejarah singkat warok reog ponorogo jawa timur
Gambar warok

Gambar warok

Asal usul warok ponorogo – Dulu pada abad ke XV Ponorogo itu bernama Wengker yaitu daerah kekuasaan Majapahit yang waktu itu dipimpin Prabu Brawijaya ke V. Wengker pada waktu dipimpin oleh seorang demang yang bernama Ki Ageng Suryongalam atau Ki Ageng Kutu karena tinggal di desa Kutu – Jetis, orang yang sakti mandraguna. Wengker itu, jaman dulu mesti harus asok peti ke penguasanya yaitu Majapahit. Tapi Ki Demang agak mbelot, sudah beberapa tahun tidak mau menghadap dan kirim upeti. Mesti saja Sang Raja ngamuk dan segera menyuruh utusan untuk mengklarifikasi hal itu. Sebagai utusan adalah kebetulan putranya sendiri yaitu Lembu Kanigoro. Segera Sang Pangeran berangkat menuju ke Wengker, tapi rupanya Sang Pangeran berkunjung dahulu di tempat kakaknya yaitu Raden Patah yang menjadi Sultan di Demak. Di situ sempat belajar tentang taktik perang dan agama Islam. Lembu Kanigoro ini pintar dan cepat menjadi ahli, setelah memeluk agama islam Lembu Kanigoro berganti nama menjadi Bethoro Katong atau Raden Katong. Berikut, lalu meneruskan perjalanannya ke Wengker ditemani abdi bernama Selo Aji. Setelah tiba disana, kebetulan bertemu dengan seorang muslim taat yang bernama Ki Ageng Mirah. Dari situ Raden Katong menyusun kekuatan untuk bertemu dengan Ki Ageng Kutu dengan baik-baik tapi tetap saja menolak dan malah melawan utusan ini. Akhirnya terjadilah perang tanding adu kesakten dan Raden Katong megalami kekalahan. Begitu dengan cara menikahi puteri pertama Ki Demang yang bernama Niken Sulastri barulah bisa mengalahkannya, yaitu dengan cara mengambil pusaka saktinya Kyai Puspitorawe.

Kembali ke belakang, pada saat Ki Ageng Suryongalam (Ki Kutu) menjadi Demang di daerah Wengker, beliau mendirikan perguruan-perguruan kanuragan yang mengajarkan ilmu-ilmu kesaktian dan kebatinan, muridnya banyak dan rata-rata menjadi sakti mandraguna. Itu dikarenakan ilmu yang diajarkan Ki Ageng, siapa yang mampu bertapa brata dan menghindari perempuan maka akan sempurna ilmu kesaktiannya.

Setelah Ki Ageng Kutu ini kalah dan mangkat para pengikut dan murid-muridnya dikumpulkan oleh Raden Katong diarahkan untuk menjadi Manggala Negeri demikian juga dengan tempat-tempat perguruan tersebut dijadikan tempat untuk menggembleng para pemuda, guna menjadi satria-satria untuk pertahanan daerah yang yang baru didirikan yaitu Bumi Ponorogo, dan Raden Bethoro Katong menjadi Bupati pertamanya. Para manggala sakti inilah yang pada akhirnya disebut Warok, yaitu para satria yang patriotik untuk belo negeri dan berbudi luhur, berwatak jujur, bertanggung jawab, rela berkorban untuk kepentingan orang lain. Suka bekerja keras tanpa pamrih, adil dan tegas, banyak ilmu, kaweruh luhur dan tentunya sakti mandraguna.
Ngomong tentang warok tentu saja sangat luas, seluas kultur budaya Ponorogo itu sendiri. Warok merupakan kebanggaan masyarakat Ponorogo dan memang begitulah pada dasarnya watak karakter dan jiwa yang dimiliki oleh masyarakat Ponorogo dan sudah mendarah daging. Merujuk sejarah Warok itu berpenampilan sangar, kumis dan jenggotnya lebat brewok, pakaiannya serba hitam, baju potong gulon, celana panjang hitam lebar memakai kain bebet (batik latar ireng) tutup kepala udeng dengan mendolan, dan ini menjadi ciri khas usus-usus (kolor) warna putih panjang dan besar menjulur sampai kaki. Lha karena itu masyarakat sangat mengidolakan keberadaan Warok tersebut, maka untuk uri-uri budoyo timbullah yang namanya Warokan, yang kurang lebihnya adalah tiruan dari penampilan warok dahulunya.

Warokan yang sering kita lihat pada setiap pertunjukkan Reyog dimanapun pasti ada sosoknya Waroknya, yang biasannya ada Warok muda dan Warok tua bahkan pada saat baik, grebeg suro di Ponorogo sampi saat ini semua unsur masyarakat sepertinya berkewajiban memakai busana Warokan tersebut.

Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Sejarah singkat warok reog ponorogo jawa timur yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Sejarah singkat warok reog ponorogo jawa timur. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Sejarah singkat warok reog ponorogo jawa timur yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Sejarah singkat warok reog ponorogo jawa timur secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Artikel seni budaya di cari :

kata kata warok ponorogo, alat untuk mencoreng buat muka untuk tampilan warok, make up warok, mekup warok, not angka warok, poto para pemain Warok, sejarah warok gorang gareng, siluet gambar warok, suro benggolo, tata rias warok suro mengolo, lukisan warok ponorogo, kunci piano warok, brengos warokan, cara membuat selendang warok, cerita warok guno seco, dp gambar warok, foto animasi warok, foto wajah warok ponorogo, gambar wjah warok, gelang warok, wallpaper warok