Sejarah penemuan dan fungsi binokuler

Sejarah penemuan dan fungsi binokuler - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Sejarah penemuan dan fungsi binokuler " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia.

Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Sejarah penemuan dan fungsi binokuler " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.

Baca : Sejarah penemuan dan fungsi binokuler
Foto binokuler

Foto binokuler

Binocular adalah sebutan untuk salah satu alat yang digunakan untuk melihat obyek yang terletak jauh pada suatu medan. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan teropong. Benda ini sering terlihat digunakan oleh para prajurit di medan pertempuran, para penjelajah alam bebas, pelaut, penerbang, dan pada beberapa kegiatan olah-raga. Binocular memiliki dua lensa pengintip untuk mata kanan dan mata kiri. Sehingga obyek pandang yang didapat bersifat tiga dimensi. Berbeda dengan teleskop yang hanya punya satu lensa pengintip. Ini membuat penggunanya merasa tidak nyaman. Disamping harus memejamkan satu mata yang tidak digunakan untuk mengintip, hasil obyek pandangnya pun hanya dua dimensi. Tapi bagaimana pun, teropong merupakan hasil pengembangan dari teleskop. Mungkin jika teleskop tidak pernah dibuat orang, teropong (binocular) pun tidak akan pernah ada. Kaca sebagai bahan pembuat lensa telah ditemukan sejak 3.500 tahun sebelum masehi. Tapi masih diperlukan waktu kurang lebih 5.000 tahun untuk bisa digunakan sebagai teleskop, cikal bakal teropong (binocular). Penemuan teleskop ini pun masih menjadi hal yang rancu. Karena ada beberapa orang yang juga dianggap sebagai pembuat teleskop sebelum Galileo Galilei membuat teleskop astronomi yang terkenal itu pada tahun 1609. Dengan teleskopnya itu Galileo telah menjadi orang yang pertama kali melihat kawah yang banyak terdapat di permukaan bulan.

Sebelum Galileo membuat teleskopnya itu, di Belanda kabarnya sudah ada Zacharias Janssen Lippershey pada Oktober 1608 mendapat paten untuk konstruksi sebuah teleskop. Orang ini juga yang dikabarkan mengembangkan teleskop memiliki dua lensa pengintip yang selanjutnya disebut teropong. Sayang sekali Lippershey tidak berhasil mendapatkan hak paten untuk usahan pengembangan itu. Alasannya karena idenya itu sudah dibahas dan dibuat oleh beberapa orang. Sebagai referensi mungkin dapat disebutkan beberapa nama yang juga berbicara tentang pembuatan teropong (binocular). Misalnya Octavio Pinani pada tahun 1613, Antonius de Rheita pada tahun 1645, Cherubin d’ Orleans tahun 1671. Penggunaan prisma sebagai pembalik gambar pada teropong diperkenalkan pertama kali oleh Ignatio Porro di Italia pada tahun 1854. Ini membuat teropong makin mudah dan makin populer penggunaannya. Prisma yang dibuat oleh Porro itu selanjutnya sebagai Prisma Porro. Dua prisma berbentuk segi tiga yang letaknya berhadapan dan berfungsi memantulkan bayangan dari lensa depan (cembung). Di kemudian hari prisma ini disempurnakan oleh Carl Zeiss pada tahun 1890. Selain menyempurnakan prisma Porro, Zeiss juga membuat jenis prisma teropong yang lain. Prisma ini disebut roof karena bentuknya seperti atap. Prisma roof ini dipatenkan pada tahun 1905. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata bugil.

Gambar binokuler

Gambar binokuler

Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens(1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi-Yupiter.
Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melaluiJohannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya .

Pada sebuah teropong binocular terdiri dari tiga bagian. Yaitu lensa cembung yang berada di depan dan berfungsi sebagai penangkap cahaya obyek, lalu prisma sebagai pembalik bayangan, dan terakhir lensa cekung yang menjadi tempat mengintip bagi mata pengguna. Secara konvensional sebuah teropong binocular memiliki dua tabung. Masing-masing tabung berisi tiga bagian yang telah disebutkan tadi. Pada perkembangan selanjutnya, ada teropong binocular yang hanya dilengkapi satu lensa cembung di bagian depannya. Terlebih setelah orang membuat teropong elektronik. Ini sebenarnya sebuah kamera yang dilengkapi lensa mekanik. Seperti yang digunakan oleh James Bond dalam beberapa aksinya di film. Galileo Galilei (lahir di Pisa, Toscana, 15 Februari 1564 – meninggal di Arcetri, Toscana, 8 Januari 1642 pada umur 77 tahun) Hans Lippershey (1570 – September 1619), juga dikenal sebagai Johann Lippershey atau Lipperhey, adalah lensmaker Jerman-Belanda, umumnya terkait dengan penemuan teleskop M. Burhan Rahman.

Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Sejarah penemuan dan fungsi binokuler yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Sejarah penemuan dan fungsi binokuler. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Sejarah penemuan dan fungsi binokuler yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Sejarah penemuan dan fungsi binokuler secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Artikel seni budaya di cari :

pola lantai 15 orang