Sejarah dan pencetus tari sufi timur tengah

Sejarah dan pencetus tari sufi timur tengah - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Sejarah dan pencetus tari sufi timur tengah " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia.

Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Sejarah dan pencetus tari sufi timur tengah " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.

Baca : Sejarah dan pencetus tari sufi timur tengah
Busana tari sufi

Busana tari sufi

Gerakan tari sufi – Tarian sufi atau yang lebih dikenal dengan “the darvishes’ whirling” merupakan Tarian yang sangat religius dari Timur Tengah. Tarian ini merupakan inspirasi dari Filsuf dan Penyair Turki yang bernama Maulana Jalaluddin Rumi, dimana tarian ini bermakna bahwa dasar dari kehidupan di dunia dan di bumi ini adalah berputar. Tarian ini juga dianggap sebagai bentuk sebuah ekspresi dari rasa cinta, kasih, dan sayang yang maha tinggi dari seorang hamba kepada sang Robbi. Gerakan tubuh memutar berlawanan dengan arah jarum jam sebagai bentuk menyatukan diri dengan sang pencipta.

Konon ketika menari seperti itu, para penari mengalami ekstase yang di kalangan para sufi dipahami sebagai tingkat pencapaian perasaan penyatuan dengan Tuhan. Bahkan, ada pula yang mengaku gerakan yang tercipta seolah-olah bukan dari diri si penari .Para penari terus berputar mengikuti alunan musik, dimana semakin lama, putaran itu kian cepat dan panjang. Kostum tari dengan rok lebar yang mereka kenakan berkibar indah. Meliuk seiring dengan derasnya putaran para darwis ( penari ) itu. Seolah mengalami ekstase, mereka tampak menikmati putaran demi putaran yang semakin kencang.

Ketika guru spiritual Maulana Jalaluddin Rumi yang bernama Syamsuddin Tabriz, meninggal dunia, Rumi mengekspresikan kesedihan itu dengan tarian sema tersebut. Ketika gurunya meninggal, Rumi sadar bahwa manusia itu fana. Dari tarian itu, Rumi menemukan tujuan hidup yang hakiki, yaitu mencari Tuhan. Sejak itulah dia mulai berputar, bahkan bisa selama tiga hari tiga malam. Saat berputar, Rumi menanggalkan semua emosinya serta semua rasa duniawi. Hanya satu yang dirasakannya, yaitu kerinduan dan kecintaan yang sangat besar pada Sang Pencipta.Tarian ini memerlukan fisik yang kuat, karena bisa berputar-putar sampai ber jam-jam.

Filosofi tari sufi

Kematian dan Kostum Penari Sufi

Tarian sufi punya ciri khas tersendiri dibanding jenis tarian lain. Keunikan itu terdapat pada kostum yang dikenakan, juga gerakan memutar ke arah kiri.

Tarian ini tak hanya mengandalkan kekuatan cinta pada Ilahi saja melainkan makna filosofi kehidupan. Filosofi pertama terletak pada bagian topi memanjang yang dikenal dengan sebutan sikke. Sikke melambangkan batu nisan para wali dan sufi yang ada di dataran Timur Tengah. Selanjutnya, jubah hitam dan tenur putih yang masing-masing melambangkan alam kubur dan kain kafan. Maknanya agar senantiasa manusia selalu mengingat kematian.

Selalu mengingat kematian merupakan salah satu cara paling dahsyat untuk mengendalikan hawa nafsu dan ego duniawi. Seorang penari sufi diartikan sama dengan berjuang melawan ego.

Warna kostum asli (penari sufi) hitam dan putih. Mengingat mati sebelum mati. Ini berguna untuk mengendalikan ego. Islam itu indah mengajarkan kelembutan. Jihad yang sebenarnya adalah melawan ego.

Mengupas Tarian Sufi

Di bagian kaki, penari sufi memakai alas khusus yang disebut kuff. Konon, Nabi Muhammad SAW pada saat musim dingin selalu mengenakan kuff dalam perjalanan kemana pun, terutama pada musim dingin.

Yang istimewa, jika seseorang memakai kuff pada saat berwudhu, maka tidak perlu dilepas seperti sendal atau sepatu biasa. Ada alasannya. Apa itu?

“Untuk menghindari menjejak bumi secara langsung karena energi bumi cenderung negatif, penuh keduniawian. Rasul suka pakai kuff saat musim dingin, lalu dilapisi lagi dengan sandal. Kuff sendiri terbuat dari kulit.”

Sementara, gerakan memutar ke arah kiri melambangkan putaran alam semesta, putaran tawaf di Ka’bah, dan putaran surgawi Ilahiah.

Terakhir, kostum jubah berukuran besar mengikuti pakaian yang dikenakan Rasulullah pada saat itu. Dengan kostum yang berukuran besar di bagian bawah, tarian akan lebih indah dan menarik.

Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Sejarah dan pencetus tari sufi timur tengah yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Sejarah dan pencetus tari sufi timur tengah. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Sejarah dan pencetus tari sufi timur tengah yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Sejarah dan pencetus tari sufi timur tengah secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Artikel seni budaya di cari :

animasi bergerak tari tradisional, contoh buat jamang tari