Sejarah dan latar belakang terbentuknya romusha di indonesia

Sejarah dan latar belakang terbentuknya romusha di indonesia - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Sejarah dan latar belakang terbentuknya romusha di indonesia " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia.

Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Sejarah dan latar belakang terbentuknya romusha di indonesia " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.

Baca : Sejarah dan latar belakang terbentuknya romusha di indonesia
Kekejaman romusha

Kekejaman romusha

Asal usul romusha – Romusha ( buruh,pekerja) adalah panggilan bagi orang-orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa penjajahan Jepang di Indonesia dari tahun 1942 hingga 1945.Kebanyakan romusa adalah petani,dan sejak Oktober 1943 pihak Jepang mewajibkan para petani menjadi romusa.Mereka dikirim untuk bekerja di berbagai tempat di Indonesia serta Asia Tenggara. Romusa adalah sebuah kata Jepang yang berarti semacam “ serdadu kerja ” yang tenaganya dibutuhkan demi kepentingan perang pasifik yang dialami Jepang melawan tentara sekutu pada Perang Dunia II.

Dalam bahasa Jepang, romusha berarti “pahlawan kerja”. Romusha di Indonesia dipakai untuk menyebut tenaga kerja paksa di zaman pendudukan Jepang (1942–1945). Para romusha dipekerjakan untuk kepentingan membangun pertahanan pasukan Jepang. Romusya adalah rakyat yang dikerahkan oleh militer Jepang untuk membuat jalan,jembatan,rel kereta api dan sebagainya dalam Perang Dunia II di wilayah pendudukannya;banyak diantara mereka yang mati karena penderitaan.

Apapun artinya, romusa adalah orang-orang yang dipaksa kerja berat di luar daerahnya,selama pendudukan Jepang bagi kepentingan tercapainya kemenangan akhir.Waktu itu setiap kepala keluarga diwajibkan menyerahkan seorang anak lelakinya dibawah usia 30 tahun untuk berangkat menjadi romusa.Tenaga- tenaga tersebut didatangkan dari Jawa sebagai pulau yang paling padat penduduknya untuk dikirim dan dikerahkan ke proyek-proyek tentara Jepang di Jawa dan pulau-pulau lain bahkan hingga ke Singapura dan Thailand.

Latar belakang romusha

Ketika perang pasifik pecah yang diawali dengan serangan udara mendadak Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Pearl Harbor,Hawaii pada tanggal 7 Desember 1941.Saat itu pulalah dimulainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Jepang.Tentu saja peperangan antara kedua kubu tersebut membutuhkan biaya,tenaga dan bahan makanan yang tidak sedikit.

Dalam waktu yang sangat singkat Angkatan Perang Jepang telah dapat merebut dan menduduki hampir seluruh wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara,termasuk Hindia Belanda.Hingga pada tanggal 8 Maret 1942 tentara Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.Maka berakhir pulalah pemerintahan penjajahan bangsa Belanda di Indonesia digantikan oleh penjajahan bangsa Jepang.

Pada akhir tahun 1942 keadaan perang pasifik semakin menyulitkan tentara Jepang untuk mencapai obsesinya sebagai negara ekspansionis yang sukses dan satu-satunya di wilayah Asia.Jika pada awal peperangan Jepang bertindak agresif-ofensif,selalu menyerang .Maka pada awal tahun 1943 tentara Jepang lebih bersifat defensif dari serangan balik Amerika Serikat sehingga Pimpinan tentara Jepang merencanakan siasat perang selama mungkin untuk menahan dan menghambat kemajuan tentara sekutu.Untuk keperluan itu tentara Jepang sangat membutuhkan bantuan tenaga dari bangsa Indonesia yang menjadi daerah jajahannya.

Tujuan romusha jepang

Di pulau Jawa menyimpan sumber daya yang melimpah dan dapat dimanfaatkan adalah penduduknya.Oleh Jepang,penduduk tersebut dimanfaatkan tenaganya sebagai sumber daya penting selain sumber alam.Maka jutaan orang dimobilisasi sebagai romusa untuk melakukan pekerjaan berat di dalam dan luar pulau Jawa bahkan sampai ke luar wilayah Indonesia.

Pada awalnya romusa di pekerjakan sebagai tenaga produktif di perusahaan-perusahaan,kedudukannya seperti buruh biasa.Kebijakan mobilisasi mereka ke luar Jawa dimaksudkan untuk menciptakan produktivitas akibat pengurangan produktivitas pertanian dan perkebunan di Pulau Jawa.Memasuki pertengahan tahun 1943 ,kebijakan pengerahan romusa berubah menjadi usaha eksploitasi.Pengambilan dan penempatan romusa oleh Angkatan Perang dilakukan dengan serius.Ada tiga alasan mengapa eksploitasi romusa dilakukan.Pertama,kondisi perang Pasifik semakin memburuk bagi Jepang.Kedua,adanya tuntutan memenuhi kebutuhan sendiri (swasembada) bagi setiap Angkatan Perang di daerah pendudukan. Ketiga, adanya motivasi ekonomi yang merupakan tujuan utama imperialisme Jepang ke Indonesia. Keempat,Jepang kekurangan tenaga dalam peran mensukseskan Perang Pasifik yang sedang dijalaninya guna untuk membuat kubu – kubu pertahanan,lubang-lubang pertahanan,lapangan-lapangan udara,rel kereta api,pertambangan batu bara,perkebunan jarak sebagai minyak dan sebagainya.

Mulai saat itu tenaga romusa bukan hanya diperlukan untuk eksploitasi ekonomi,tetapi juga diperlukan untuk proyek-proyek yang secara langsung berkaitan dengan perang.Pada taraf ini permintaan terhadap romusa menjadi tak terkendali.Di setiap desa dan wilayah ,laki-laki dan perempuan usia produktif diinventarisir oleh kepala desa atau kepala wilayah dan kemudian mereka dikenai kewajiban kerja tanpa terkecuali.

Pendudukan jepang di indonesia

Ekspansi Jepang ke Kawasan Asia Pasifik

Jepang pernah menjadi satu – satunya negara di Asia yang mampu menjadi negara imperialis.Dengan usaha-usaha yang dilakukannya yaitu melakukan politik ekspansi ke kawasan Asia Pasifik termasuk Hindia Belanda,akhirnya memperoleh kedudukan terkemuka dalam ilmu pengetahuan,ekonomi,politik,industri dan perdagangan.Bahkan pada tahun 1930 armada niaga Jepang telah menempati urutan ketiga setelah Inggris dan Amerika Serikat.Hal ini tentulah dilatari oleh beberapa faktor yang kesemuanya dilatari oleh keberhasilan proses modernisasi sejak dibukannya Politik Isolasi Jepang pada tahun 1868.Diantara faktor-faktor yang mendorong Jepang sebagai negara ekspansionis adalah :

  • Keinginan Jepang,terutama bagi penguasanya yang berambisi untuk menjadi negara besar sejajar dengan negara-negara besar lain di dunia,seperti Amerika Seriakt,Inggris,Jerman dan Prancis.
  • Walaupun Jepang terdiri dari ribuan pulau,tetapi luasnya tidak seberapa ditambah lagi sebagian besar negerinya tandus, tidak terdapat potensi bahan tambang dan daerah pegunungan tidak menguntungkan bagi usaha pertanian.Hasil dari pertanian tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
  • Pertumbuhan penduduk Jepang sangat pesat sehingga tidak mudah untuk mencari lapangan pekerjaan yang dapat mensejahterakan rakyat setempat.

Hal inilah yang menjadi masalah bagi negeri Jepang.Sehingga untuk mengatasi hal ini maka Jepang saat itu mencoba dengan dua jalan,yaitu memperluas kawasan industrialisasi dan melaksanakan emigrasi. Dalam prakteknya,Jepang menerapkan kedua cara tersebut.Malahan karena kedua cara inilah mendorong Jepang menjadi negara ekspansionis.Dalam melaksaksanakan strategi Emigrasi tersebut Jepang mengirimkan sebagian besar penduduknya untuk mengadu nasib ke daerah-daerah di sekitar Asia Timur dan Asia Tenggara termasuk Hindia Belanda.Bahkan hubungan dagang antara Hindia Belanda dengan Jepang telah berlangsung sejak tahun 1868. Ternyata bukan hanya ke daerah sekitar Asia Tenggara saja,tetapi negara Amerika serikat dan Australia pun menjadi bagian strategi Emigrasinya.Namun,kedua negara tersebut menutup negerinya terhadap kedatangan orang-orang Jepang.Untuk itulah Jepang melakukan politik ekspansi dengan merebut daerah – daerah sekitar negerinya disekitar Asia Pasifik.

Maka untuk mensukseskan ambisinya ,Jepang membentuk suatu angkatan perang yang sangat kuat serta dibumbui dengan semangat nasionalisme (fasisme militeristik) yang bercokol kuat dalam hati setiap tentara Jepang.Disamping itu,kampanye perang pembebasan rakyat Asia dari cengkraman penjajahan berhasil memperoleh dukungan mayoritas rakyat Jepang.Di luar Jepang,Sendenbu (organisasi propaganda) sangat efektif membentuk opini di tengah –tengah rakyat Asia Timur dan Asia Tenggara bahwa perang Jepang adalah perang pembebasan untuk kemakmuran bersama Asia Timur Raya.Sehingga seluruh rakyat Asia harus berhimpun di bawah pimpinannya untuk melenyapkan penjajahan.

Perang Pasifik merupakan penanda lahirnya Perang Dunia II yang diawali dengan serangan udara mendadak Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Pearl Harbor ,Hawaii pada 7 Desember 1941.Serangan ini benar – benar membuat Amerika Serikat hampir putus asa,karena praktis kekuatan tempur armada Pasifik yang terdiri dari kapal-kapal tempur dan penjelajahnya luluh lantak.

Pada awal peperangan di Pasifik,kekuatan udara Jepang memang lebih besar dibanding Sekutu (Amerika Serikat,Inggris,Belanda dan Australia).Armada tentara Sekutu di Pasifik tercatat 1.284 pesawat yang tersebar dari Malaya,Hawaii,Hindia Belanda sampai Australia.Sementara Jepang memiliki 2.620 pesawat,baik Angkatan Darat maupun Angkatan Laut. Pada peperangan selanjutnya posisi Amerika Serikat dan Jepang dinilai seimbang,namun memasuki tahun 1943 ,Amerika Serikat mulai melancarkan ofensif (serangan) balik yang dimulai dari Papua Nugini yang saat itu dikuasai Jepang.

Sejak saat itulah kekalahan demi kekalahan dialami Jepang di Pasifik.Ketika kondisi perang dirasa Jepang makin terpepet ,akhirnya melahirkan gagasan dalam sejarah peperangan udara yang dianggap unik,yakni serangan kamikaze atau “ Dewa Angin”.Konsep kamikaze dalam Perang Dunia II bukanlah bunuh diri fanatik,karena motivasinya lebih pada “satu orang,satu kapal perang” .Hal ini dianggap sebagai satu-satunya kesempatan untuk mengatasi superioritas Amerika yang mulai dirasakan sejak akhir 1944.Namun harga yang dibayar penerbangan kamikaze pun sangat tinggi.Pilot kawakan Saburo Sakai menyatakan,kamikaze merupakan pemborosan.Namun,dia menghormati motivasi mereka yang melaksanakannya.

Sejarah menunjukkan ,kali ini Dewa Angin tidak menolong.Banyak kota di Jepang setiap waktu diguyur bom api dari pesawat-pesawat pembom Amerika Serikat.Sampai akhirnya,pesawat B-29 menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki ,pada 6 dan 9 Agustus 1945,yang menewaskan lebih dari 100.000 orang. Inilah akhir dari superioritas Jepang dalam ekspansinya ke kawasan Asia Pasifik.Melemahnya kekuatan Jepang dalam perang Asia Psifik ,membuatnya kalang kabut dan mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia negara yang didudukinya,salah satunya Indonesia.

Awal Pendudukan Jepang di Indonesia

Setelah ratusan tahun lamanya Belanda menancapkan kolonialisasi di Indonesia,akhirnya kekuasaan Belanda diserahkan kpada Jepang.Jepang menduduki Indonesia selama 3,5 tahun.Namun,meskipun relatif singkat,cukup membuat goresan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Pada tanggal 1 Maret 1942,dibawah pimpinan Vince Admiral Takahashi,bala tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa menggunakan tiga tempat pendaratan.Pertama,di Merak,Teluk Banten.Dalam pendaratan ini terdapat Letnan Jenderal Hitoshi Imamurabeserta stafnya.Kedua,pendaratan dilakukan di Pantai Eretan Wetan,pantai utara bagian Jawa Barat,dibawah pimpinan Kolonel Shoji beserta satuan Angkatan Udara yang dipersiapkan untuk menggempur Pangkalan Udara Kalijati,Subang ,Jawa Barat.Tempat pendaratan ketiga adalah di Sragen,Jawa Tengah,dibawah komando Brigade Sakaguci. Jepang melakukan hal ini dengan perkiraan bahwa pertahanan di ketiga tempat tersebut lemah.Perkiraan tersebut tepat,sebab ketika mendarat tentara Jepang tidak mendapat perlawanan yang Berarti.

Pada tanggal 8 Maret 1945,bertempat di Kalijati,diadakan perundingan antara pemerintah Hindia Belanda yang diwakili oleh Gubernur Jenderal Jhr. Mr..A.W.L.Tjandra Van Starkenborgh Stachhower dan Jenderal Ter Poorten dengan Tentara Angkatan Darat ke-16 Jepang yang diwakili oleh Letnan Jenderal Hitoshi Imamura dan Kolonel Shoji.Dalam perundingan tersebut Imamura mendesak peerintahan Hindia Belanda menyerah tanpa syarat dan mengalihkan kekuasaannya kepada Jepang.Akhirnya ketika hari menjelang petang dan dalam kondisi dibawah tekanan,Letnan Jenderal Tan Poorte menandatangani penyerahan (kapitulasi) Hindia Belanda tanpa syarat kepada Jepang .

Setelah mengambil alih pemerintahan Belanda di Indonesia,pemimpin pergerakan nasional yang berada di pengasingan mengadakan peundingan di Palembang yang dihadiri oleh Ir.Soekarno,Dr.A.K. Gani,Nutji A.R.A. Sumadi dari Gerakan Indonesia ( Gerindo),dan Dr.M.Isa dari Partai Indonesia Raya (Perindra) .Mereka membahas langkah-langkah untuk menghadapi Jepang.Perundingan itu menghasilkan :

  • Kerjasama dengan Fasis Jepang,dengan semboyan : “ Nippon – Indonesia adalah sama-sama”
  • Melakukan gerakan bawah tanah
  • Menjaga persatuan segenap pemimpin nasional.

Mula-mula kedatangan Jepang di Indonesia disambut baik oleh segenap rakyat Indonesia. Mereka beranggapan bahwa dengan kedatangan Jepang akan merealisasikan mimpi mereka untuk segera menjadi negeri yang merdeka.Tentara Jepang dianggap sebagai pembebas rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan bangsa Belanda.Seperti diketahui,ramalan Jayabaya memang sudah menyebutkan tentang kedatangan orang-orang katai yang akan membebaskan rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan Belanda.Dan wujud dari orang-orang katai itu adalah Jepang.Orang Jawa sangat mempercayai ramalan Jayabaya tersebut.Adapun diantara sajak yang bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih sebagai berikut :

Kalau Pulau Jawa telah menjadi sekecil daun kelor,maka ia akan diperintah oleh bangsa kulit putih.Dan kemudian datang dari utara bangsa kulit kuning.Pemerintahan bangsa kulit kuning ini tidak akan lebih dari umur jagung.Sesudah itu Jawa akan merdeka,tetapi akan mengalami perang saudara.Sesudah perang saudara ini berakhir,barulah menyingsing zaman keemasan bagi Pulau Jawa.

Pada awal kedatangannya Jepang memang menunjukkan tindakan –tindakan yang sangat baik.Berbagai kebijakan berpihak kepada bangsa Indonesia.Bendera merah putih dibiarkan berkibar,lagu Indonesia Raya boleh dinyanyikan,dan bahasa Indonesia bebas digunakan oleh mayarakat.Sedangkan posisi yang kosong dalam pemerintahan didistribusikan kepada kaum terpelajar Indonesia.Indonesia dalam pandangan rakyat sebentar lagi akan merdeka.Bagi Jepang tindakan tersewbut merupakan upaya jangka pendek untuk menghimpun dukungan yang sebesar-besarnya dari rakyat dan pimpinan pergerakan Indonesia sebelum mereka menunjukkan tujuan utama kedatangannya.

Pada perkembangan selanjutnya kebijakan Jepang terhadap Indonesia berubah.Orientasi yang sebenarnya lebih diarahkan upaya eksploitasi sumberdaya alam,mobilisasi sumber daya manusia,serta mengupayakan mobilisasi sumber daya kerja untuk kepentingan perang Asia Timur Raya.

Kebijakan –Kebijakan Jepang

Pada dasarnya kebijakan yang diusung oleh Jepang terhadap Indonesia mempunyai dua prioritas,yaitu menghapus pengaruh-pengaruh Barat di kalangan rakyat dan memobilisasi rakyat demi kemenangan perang Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.Adapun kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Jepang terhadap Indonesia adalah :

Aspek Politik

Kebijakan pertama yang dilancarkan oleh Jepang dalam aspek ini adalah melarang semua rapat dan kegiatan politik.Pada tanggal 20 Maret 1942 ,dikeluarkan peraturan yang membubarkan semua organisasi politik dan semua bentuk perkumpulan.Pada tanggal 8 September 1942 ,dengan dikeluarkannya UU No.2 ,Jepang mengendalikan seluruh organisasi nasional. Keluarnya UU tersebut ,praktis menjadikan organisasi nasional yang pada saat itu sedang giat-giatnya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia harus dilumpuhkan.Seperti perjuangan yang dilakukan oleh Parindra dan GAPI yang berusaha memperjuangkan persiapan kemerdekaan Indonesia.Tentu saja hal ini sangat membahayakan pemerintah Jepang yang baru saja menginjakkan kakinya di Indonesia.

Langkah selanjutnya Jepang kemudian mendirikan Gerakan Tiga A yang merupakan organisasi propaganda Jepang untuk merekrut dan mengerahkan tenaga rakyat yang akan dimanfaatkan dalam Perang Asia Timur Raya.Namun,organisasi tersebut kurang sukses karena terdapat praktek kekerasan militer Jepang yang amat kejam terhadap rakyat .Dalam hal ini Jepang kemudian menggunakan strategi yang lain yaitu membentuk Putera ( Pusat Tenaga Rakyat) yang mana anggota organisasi tersebut lebih dikenal rakyat dan disegani dengan sebutan empat serangkai .Mereka adalah Soekarno,Hatta,Ki Hajar Dewantara dan K.H. Mas Mansur.Dengan dibentuknya organisasi tersebut diharapkan para pemipin nasional dapat membujuk kaum nasionalis sekuler dan intelektual untuk mengabdikan pikiran dan tenaganya demi kepentingan perang melawan sekutu.Disamping itu banyak lagi kebijakan politik yang dibentuk oleh Jepang dalam rangka mempertahankan kedudukannya di Indonesia .

Aspek Ekonomi dan Sosial

Hal –hal yang diberlakukan dalam sistem pengaturan ekonomi pemerintah Jepang adalah sebagai berikut :

  • Kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang.Maka,seluruh potensi sumber daya alam dan bahan mentah digunakan untuk industri yang mendukung mesin perang.Jepang menyita seluruh hasil perkebunan ,pabrik,bank dan perusahaan penting.Banyak lahan pertanian terbengkalai akibat titik berat kebijakan difokuskan pada ekonomi dan industri perang.Kondisi tersebut menyebabkan produksi pangan menurun dan kelaparan serta kemiskinan meningkat drastis.
  • Menerapkan sistem ekonomin perang dan sistem autarki (memenuhi kebutuhan sendiri dan menunjang kegiatan perang).Konsekuensinya ,tugas rakyat beserta semua kekayaan dikorbankan untuk kepentingan perang.Hal ini jelas amat menyengsarakan rakyat baik fisik maupun material.
  • Sulitnya pemenuhan kebutuhan pangan semakin terasa bertambah berat pada saat rakyat juga merasakan penggunaan sandang yang memprihatinkan.Pakaian rakyat compang-camping ;ada yang terbuat dari karung goni yang berdampak penyakit gatal-gatal akibat kutu dari karung tersebut.Bahkan ada pula yang menggunakan lembaran karet sebagai penutup.

Demikian bentuk praktik-praktik eksploitasi ekonomi masa pendudukan Jepang yang juga tampak pada pergerakan sosial yang dilakukan oleh pemerintah Jepang dalam bentuk Kinrohosi atau kerja bakti yang mengarah pada kerja paksa untuk kepentingan perang. Selain itu praktik eksploitasi atau pengerahan sosial lainnya adalah bentuk penipuan terhadap para gadis Indonesia untuk dijadikan wanita penghibur (jugun ianfu) dan disekap dalam kamp tertutup.Para wanita ini pada awalnya diiming-imingi pekerjaan sebagai perawat,pelayan toko,atau disekolahkan.Ternyata dijadikan pemuas nafsu untuk melayani prajurit Jepang di kamp-kamp seperti di Solo,Semarang,Jakarta dan Sumatera Barat.Kondisi tersebut mengakibatkan banyak gadis yang terjangkit penyakit kelamin ,stres bahkan ada pula yang bunuh diri karena malu.

Adapun kebijakan pemerintah Jepang dibidang sosial yang dapat dirasakan manfaatnya adalah pembentukan Tonarigami (RT).Dimana satu RT terdiri atas 10-12 kepala keluarga.Pembentukan RT ini bertujuan untuk memudahkan pengawasan dan pengaturan kewajiban rakyat.

Aspek Pendidikan

Kebijakan yang diterapkan pemerintah Jepang di bidang pendidikan adalah menghilangkan diskriminasi dalam mengenyam pendidikan.Pada masa Belanda,yang dapat merasakan pendidikan formal untuk rakyat pribumi hanyalah kalangan menengah ke atas,sementara rakyat kecil tidak memiliki kesempatan .Sebagai gambaran diskriminasi yang dibuat Belanda ,ada 3 golongan masyarakat yaitu kulit putih (Eropa),timur asing(Cina,India dan lain-lain),dan pribumi.

Pola seperti ini mulai dihilangkan oleh pemerintah Jepang .Rakyat dari lapisan manapun berhak untuk mengenyam pendidikan formal.Jepang juga menerapkan pendidikan formal seperti di negaranya yaitu :SD 6 tahun,SMP 3 tahun dan SMA 3 tahun.Sistem ini masih diterapkan oleh pemerintah Indonesia sampai saat ini sebagai satu bentuk warisan Jepang.

Satu hal yang melemahkan dari aspek pendidikan adalah penerapan sistem pendidikan militer.Sistem pengajaran dan kurikulum disesuaikan untuk kepentingan pereng.Siswa memiliki kewajiban mengikuti latihan dasar kemiliteran dan mampu menghapal lagu kebangsaan Jepang.Begitu pula dengan para gurunya,diwajibkan untuk menggunakan bahasa Jepang dan Indonesia sebagai pengantar di sekolah menggantikan bahasa Belanda.Untuk itu para guru wajib mengikuti kursus bahasa Jepang yang diadakan.

Dengan melihat kondisi tersebut ,kita mendapatkan dua sisi,yaitu kelebihan dan kekurangan dari sistem pendidikan yang diterapkan pada masa Belanda yang lebih liberal namun terbatas.Sementara pada masa Jepang konsep diskriminasi tidak ada,tetapi terjadi penurunan kualitas secara drastis baik dari keilmuan maupun mutu murid dan guru.

Kondisi di atas tidak telepas dari target pemerintah Jepang melalui pendidikan.Jepang bermaksud mencetak kader-kader yang akan memelopori dan mewujudkan konsep kemakmuran bersama Asia Timur Raya,namun dengan jalanyang salah,karena harus melalui peperangan Asia Timur Raya.

Aspek Militer

Pada aspek militer ,Jepang membentuk badan-badan militer yang semata-mata karena kondisi militer Jepang semakin terdesak dalam Perang Pasifik.Memasuki tahun kedua pendudukannya (1943),Jepang semakin intensif mendidik dan melatih pemuda-pemuda Indonesia di bidang militer yang akan ditujukan sebagai tenaga potensial yang akan diikutsertakan dalam pertempuran menghadapi sekutu .

Bentuk – bentuk barisan militer yang dipersiapkan oleh Jepang antara lain :

  • Pada 9 Maret 1943 didirikan gerakan Barisan Pemuda (Seinendan),anggotanya ± 3500 pemuda.Tujuannya untuk melatih dan mendidik para pemuda agar mampu menjaga dan mempertahankan tanah air dengan kekuatan sendiri.Persyaratan untuk menjadi Seinendan adalah pemuda berusia 14-23 tahun.
  • Pembentukan Barisan Pelajar (Okutai) untuk pelajar SD-SLTA
  • Pembentukan Barisan Bantu Polisi (Keibodan) ,dengan syarat yang lebih ringan dari Seinendan ,dengan syarat yang lebih ringan dari Seinendan ,usia yang diprioritaskan ± 23-25 tahun.
  • Pembentukan Barisan Pembantu Prajurit Jepang (Heiho).Anggota Heiho adalah pemuda berusia ± 18-25 tahun,dengan pendidikan terendah SD.Mereka akan ditempatkan langsung pada Angkatan Perang Jepang (AL-AD).
  • Pembentukan Barisan Semi Militer khusus direkrut dari golongan Islam dengan nama Hizbullah (Tentara Allah).
  • Pembentukan Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) tanggal 3 Oktober 1943 dilakukan oleh letjen Kumakici
  • Harada melalui Osamu Seiri No.44 yang mengatur tentang pembentukan PETA.
Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Sejarah dan latar belakang terbentuknya romusha di indonesia yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Sejarah dan latar belakang terbentuknya romusha di indonesia. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Sejarah dan latar belakang terbentuknya romusha di indonesia yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Sejarah dan latar belakang terbentuknya romusha di indonesia secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Artikel seni budaya di cari :

formasi senam 8 orang com, kaidah kebahasaan cerita rakyat, tuliskan4 tokoh berperang, unsur intrinsik dumadine kutha wonogiri, titikan cerita rakyat, keluarga ningrat sastro atmodjo, not lagu iringan tari leak, perang gambar bahasa bali, pola lantai dan makna dari tari panen sumatra barat, sebutkan ciri-ciri dari cerita rakyat bahasa jawa, sejarah tari modernthailand, sinopsis cerita daun sirih kuning, steuktur ketoprak, titikane cerita rakyat, nama nama grup hadroh dan arti, lirik lagu du tengah medan perang, asal usul pemalang dalam bahasa jawa, baju tari payung, cerita kedana kedini, cerita rakyat di sukoharjo, cerita rakyat sekitar purworejo, drama 7 orang bahasa melayu komedi, gagasan yg mendasari terciptanya tari kreasi, Hal menarik apakah yang terdapat pada dua tokoh dalam cerita rakyat daun sirih kuning dalam buku indonesia, legenda ikat pesut