Sejarah dan jenis alat musik tradisional angklung

Sejarah dan jenis alat musik tradisional angklung - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Sejarah dan jenis alat musik tradisional angklung " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia.

Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Sejarah dan jenis alat musik tradisional angklung " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.

Baca : Sejarah dan jenis alat musik tradisional angklung
Foto alat musik tradisional angklung

Foto alat musik tradisional angklung

Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang terbuat dari bambu. Cara memainkannya cukup mudah hanya dengan menggoyangkannya. Bunyi yang dihasilkan disebabkan oleh benturan badan pipa bambu. Bunyi yang dihasilkan bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.

Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia, menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

Gambar alat musik tradisional angklung

Gambar alat musik tradisional angklung

Asal usul alat musik tradisonal angklung

Hingga saat ini, sejarah asal usul angklung masih belum diketahui secara pasti karena keterbatasan bukti-bukti sejarah yang dapat ditemukan. Namun, berdasarkan beberapa penelitian para arkeolog, angklung diperkirakan mulai ada sejak zaman batu Neolitikum dan terus berkembang hingga awal abad penanggalan modern. Dari hal itulah, alat musik ini dianggap sebagai warisan asli budaya Indonesia

Pada periode terbaru, angklung tergambarkan dalam sirat Babad Sunda. Dalam kitab itu, asal usul angklung diceritakan sangat erat kaitannya dengan budaya masyarakat Sunda yang bersifat agraris yang mengandalkan pertanian sebagai penghidupan. Angklung dikaitkan dengan ritual memanggil Dewi Sri Pohaci yang merupakan Dewi Padi. Ketika hendak menanam padi, masyarakat Sunda zaman dahulu memainkan angklung di tengah sawah yang akan ditanaminya. Dengan begitu, mereka percaya padi yang akan ditanamnya akan tumbuh baik dan menghasilkan panen yang banyak.

Jenis-jenis Angklung

Angklung dapat dibuat menggunakan 2 jenis bambu yaitu bambu hitam atau awi wulung dan bambu putih atau awi temen. Dari dua varian bambu ini, angklung dapat dibuat menjadi beberapa jenis yaitu Angklung Dogdog Lojor, Angklung Kanekes, Angklung Badeng, Angklung Gubrag, Angklung Indung, Angklung Panempas, Angklung Enclok, Angklung Ambrug, Angklung Pancer, Angklung Bungko, Angklung Badud, Angklung Ciusul, Angklung Sunda, Angklung Padaeng, dan masih banyak lagi.

Bahan Angklung

Bambu yang digunakan sebagai bahan angklung adalah adalah bambu hitam (awi wulung) dan bambu putih (awi temen). Tiap nada yang dihasilkan berasal dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk bilah setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.

Fungsi Angklung

Masa kerajaan Sunda, angklung digunakan di antaranya sebagai penyemangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya dimainkan oleh anak- anak pada waktu itu.

Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya.

Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Sejarah dan jenis alat musik tradisional angklung yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Sejarah dan jenis alat musik tradisional angklung. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Sejarah dan jenis alat musik tradisional angklung yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Sejarah dan jenis alat musik tradisional angklung secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Artikel seni budaya di cari :

not mojang priangan untuk angklung, cara menggambar angklung, teks eksposisi bahasa jawa tentang alat musik angklung, tata cara memainkan tambur, simbol dari angklung dan maknanya, not baturaden angklung, not angklung lagu daerah baturraden, not angklung baturaden, not angka pentatonis agu sunda mojang priangan, not angka angklung mojang priangan, karangan bahasan bahasa sunda tentang angklung, karakter musikal jenis angklung, gambar sketsa angklung, gambar animasi angklung, wawancara tentang angklung