Sejarah biografi dan perjalanan karir tinju muhammad ali

Sejarah biografi dan perjalanan karir tinju muhammad ali - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Sejarah biografi dan perjalanan karir tinju muhammad ali " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia.

Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Sejarah biografi dan perjalanan karir tinju muhammad ali " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.

Baca : Sejarah biografi dan perjalanan karir tinju muhammad ali
Foto muhammad ali

Foto muhammad ali

Biodata petinju muhammad ali – Muhammad Ali lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay, Jr. pada 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Sang ayah, Cassius Marcellus Clay, Sr., merupakan pelukis billboard dan rambu lalu lintas. Ibunya, Odessa Grady Clay bekerja sebagai pencuci pakaian.

Clay junior pertama kali diperkenalkan pada olahraga tinju ketika berumur 12 tahun. Saat itu ia melapor kepada polisi bernama Joe Martin, bahwa sepeda BMX miliknya dicuri. Joe Martin yang juga seorang pelatih tinju di Louisville, mengajari Clay kecil cara bertinju agar dapat menghajar pencuri sepeda itu. Clay junior mengawali karir tinju amatirnya pada 1954. Dia berhasil meraih medali emas kelas berat ringan Olimpiade 1960 di Roma, Italia.

Awal karir tinju muhammad ali

Pada 29 Oktober 1960, Clay resmi memulai karir tinju professional dengan menang angka atas Tunney Hunsaker setelah 6 ronde. Pada 25 Februari 1964, Clay pertama kalinya merebut gelar juara dunia kelas berat lewat menang TKO (technical knockout) ronde ke-7 atas Sonny Liston di Florida. Segera setelah menang, Clay mengumumkan masuk agama Islam, bergabung dengan grup Nation of Islam, serta mengganti nama menjadi Muhammad Ali.

Ali mengikuti tanding ulang dengan Sonny Liston pada 25 Mei 1965. Pukulan yang begitu cepat tidak terlihat mengenai Liston yang roboh, lalu kalangan tinju menyebut pukulan Ali itu sebagai ‘phantom punch’. Banyak isu yang berkembang, termasuk suap dan ancaman orang-orang NOI kepada Liston dan keluarganya. Liston membantah semua itu dengan menyatakan pukulan Ali memang menghantamnya dengan keras.

Selama Maret 1967 sampai Oktober 1970, Ali tidak bermain karena diskors Komisi Tinju akibat menolak program wajib militer Amerika Serikat dalam perang Vietnam.

Kekalahan pertama Ali terjadi pada 8 Maret 1971, saat kalah angka dari Joe Frazier. Ali pun juga harus kehilangan gelarnya. Ia kembali melawan Joe pada 28 Januari 1974, dan berhasil menang angka. Ali kembali merebut gelar juara kelas berat setelah menumbangkan George Foreman di Zaire (kini Republik Demokratik Kongo) pada 29 Oktober 1974, dalam ronde 8. Pada 1 Oktober 1975, Ali untuk ketiga kalinya menghadapi Joe Frazier di Manila, Filipina. Ia menang secara TKO setelah ronde ke-14.

Pada 27 Juli 1979, Ali menyatakan mundur dari tinju. Namun, pada 2 Oktober 1980, Ali kembali ke ring tinju melawan bekas kawan latih tandingnya, Larry Holmes, yang saat itu menjadi juara dunia kelas berat. Ali tidak mampu berkutik, sementara Holmes dengan mudah mendominasi pertandingan. Ali menyerah dan mundur di ronde ke-11, sehingga Holmes menang TKO.

Trevor Berbick menjadi lawan terakhir Ali, dalam pertandingan terakhirnya di Bahama pada 11 Desember 1981. Ia kembali kalah angka usai 10 ronde. Setelah itu Ali benar-benar menyatakan pensiun dari dunia tinju, dengan rekor 56 kemenangan dan 5 kali kalah.

Daftar pertandingan kejuaraan dunia kelas berat yang dilakoni oleh Ali:

  • 25 Pebruari 1964, lawan Sonny Liston, menang TKO ronde ke-7
  • 15 Mei 1965, lawan Sonny Liston, menang KO ronde ke-1
  • 22 Nopember 1965, lawan Floyd Patterson, menang TKO ronde ke-12
  • 29 Maret 1966 lawaqn George Chuvalo, menang angka 15 ronde
  • 21 Mei 1966, lawan Henry Cooper, menang THO ronde ke-6
  • 6 Agustus 1966 lawan Brian London, menang KO ronde ke-3
  • 10 September 1966, lawan Karl Mildenberger, menang TKO
  • 14 Nopember 1966, lawan C. Williams, menang TKO ronde ke-3
  • 6 Pebruair 19667lawan Erni Terrel, menang angka
  • 22 Maret 1967 lawan Zora Folley, menang KO ronde ke-7
  • 9 Maret 1971 lawan Joe Frazier, kalah angka
  • 30 Oktober 1974, lawan George Foreman, menang KO ronde ke-8
  • 24 Maret 1975, lawan Chuck Wepner, menang TKO ronde 15
  • 16 Mei 1975, lawan Ron Lyle, menang TKO ronde ke-11
  • 1 Juli 1975, lawan Joe Bugner, menang angka
  • 1 Oktober 1975, lawn Joe Frazier, menang TKO ronde ke-15
  • 20 Pebruari 1976, lawan J.P. Coopman, menang KO ronde ke-5
  • 30 April 1976, lawan Jimmy Young, menang angka
  • 24 Mei 1976, lawan Richard Dunn, menang THO ronde ke-5
  • 28 September 1976 lawan Ken Norton, menang angka16 Mei 1977, lawan Evangelistra, menang angka
  • 29 September 1977, lawan Ernie Shavers, menang angka
  • 15 Pebruari 1978, lawan Leon Spinks, kalah angka
  • 15 september 1978, lawan Leon Spinks, menang angka
  • 2 Oktober 1980, lawan Larry Holmes, kalah TKO rd ke-11

Muhammad Ali di Indonesia

Ali pertama kali berkunjung ke Indonesia di tahun 1973. Dalam pertandingan kelas berat tanpa gelar di Istora Senayan, Jakarta pada 20 Oktober 1973, Ali menang angka atas lawannya, Rudie Lubbers setelah bermain 12 ronde. Kesan Ali saat pertama kali ke Indonesia adalah:

“Sebuah negara yang unik, dimana penduduknya sangat bersahabat, dan selalu tersenyum kepada siapapun.”
Ali kemudian beberapa kali mengunjungi Indonesia dan terakhir kali tercatat pada 23 Oktober 1996, dimana ia bertemu pejabat tinggi negeri ini.

Gaya tinju Muhammad Ali

Ali memiliki gaya tinju yang unik dan berbeda dari para petinju lain di eranya. Ia menyebutnya ‘melayang bagai kupu-kupu, menyengat seperti lebah’.

Ali memutari lawan selama pertandingan, menempatkan tangannya di bawah, serta membalas cepat dan tidak terprediksi. Dia mengandalkan kecepatan tangan, refleks, pergerakan konstan, dan kaki cepat seperti sedang menari. Pergerakan kakinya yang kuat menyulitkan lawan untuk membuatnya terpojok. Salah satu trik Ali adalah membuat lawan melancarkan banyak pukulan straight yang malah membuat pertahanannya cukup terbuka.

Sebelum maupun saat bertanding di atas ring, Ali tak jarang mengejek dan memancing semua lawannya. Kata-kata Ali merendahkan lawannya, dan seperti terdesain untuk mempromosikan pertarungan. Kata-kata yang kerap dilontarkan itu adalah untuk memacu psikologi lawan, yang membuat mereka terprovokasi dan kehilangan fokus. Karena itu, Ali dijuluki “Si Mulut Besar”.

Kehidupan keluarga Ali

Muhammad Ali menikah empat kali dan memiliki total 2 putra dan 7 putri. Ia pertama menikah dengan Sonji Roi pada 14 Agustus 1964, tetapi pisah pada 10 Januari 1966 karena Roi menolak berpakaian gaya Muslim. Setahun kemudian, pada 17 Januari 1967, Ali menikahi Belinda Boyd. Belinda mengikuti suaminya dengan berpindah ke agama Islam dan mengganti nama menjadi Khalilah Ali. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai 4 anak.

Di tahun 1975, Ali mulai menjalin hubungan dengan Veronica Porche Anderson. Pada 1977, Ali cerai dengan Khalilah dan dalam tahun yang sama menikahi Veronica. Dari pernikahan ketiga ini, mereka memiliki 2 putri bernama Hanna dan Laila Ali. Sekali lagi, Ali cerai dengan Veronica pada 1986. Di tahun yang sama, pada 19 November 1986, Ali menikah untuk keempat kalinya, dengan Yolanda Williams. Mereka memiliki satu putra adopsi, Asaad Amin.

Sejarah penyakit dan wafatnya Muhammad Ali

Muhammad Ali didiagnosa menderita Parkinson pada 1984. Meski begitu, Ali telah merasakan gejala-gejalanya sebelum bertanding dengan Larry Holmes, seperti tangan gemetar dan bicara yang mulai lamban. Ali terus berjuang dengan Parkinson hingga sisa hidupnya.

Ali beberapa kali dilarikan ke rumah sakit akibat berbagai masalah, termasuk gejala pneumonia dan infeksi ginjal. Pada 2 Juni 2016, ia kembali dibawa ke rumah sakit di Scottsdale, Arizona, AS karena masalah pernapasan. Kondisinya justru semakin memburuk, dan pada esok harinya (3 Juni) Muhammad Ali dinyatakan meninggal dunia.

Wafatnya Muhammad Ali mengejutkan dunia dan membawa duka cita bagi keluarga, sahabat, orang-orang yang pernah bertemu dan mengenalnya. Jenazahnya disemayamkan selama satu minggu di kota asalnya (Louisville), dan dimakamkan pada 10 Juni 2016.

Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Sejarah biografi dan perjalanan karir tinju muhammad ali yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Sejarah biografi dan perjalanan karir tinju muhammad ali. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Sejarah biografi dan perjalanan karir tinju muhammad ali yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Sejarah biografi dan perjalanan karir tinju muhammad ali secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Artikel seni budaya di cari :

biografi tokoh sunda gugum gumbira, not angka indo logo, not da mi na ti la da