Sejarah alat musik kesenian tanjidor dari betawi

Sejarah alat musik kesenian tanjidor dari betawi - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Sejarah alat musik kesenian tanjidor dari betawi " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia.

Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Sejarah alat musik kesenian tanjidor dari betawi " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.

Baca : Sejarah alat musik kesenian tanjidor dari betawi
Foto kesenian musik tanjidor

Foto kesenian musik tanjidor

Alat musik tanjidor berasal dari provinsi – Tanjidor adalah salah satu grup musik tradisional Betawi yang sangat terkenal. Seni musik yang dimainkan secara berkelompok ini sangat banyak dipengaruhi oleh musik Eropa. Musik Tanjidor dikembangkan oleh masyarakat Betawi yang banyak tinggal di daerah Bekasi dan Karawang. Daerah ini memang berdekatan dengan Jakarta sehingga budaya Betawi, termasuk Tanjidor, juga sangat kental dalam kehidupan sosial budaya masyarakat setempat.

Tanjidor merupakan ensambel musik yang namanya lahir pada masa penjajahan Hindia Belanda. Kata “tanjidor” berasal dari bahasa Portugis yaitu “tangedor” yang berarti “alat-alat musik berdawai”. Dalam kenyataannya, kesenian “tangedor” di Portugis cukup berbeda dengan kesenian Tanjidor di masyarakat Betawi, meskipun sistem tangga nadanya sama-sama diatonik. Tanjidor yang dikembangkan masyarakat Betawi justru lebih didominasi oleh alat musik tiup.

Alat-alat musik yang dimainkan dalam kesenian Tanjidor terdiri dari klarinet (tiup), piston (tiup), trombon (tiup), saksofon tenor (tiup), saksofon bas (tiup), drum (membranofon), simbal (perkusi), dan tambur. Grup musik Tanjidor biasanya terdiri dari 7-10 orang yang memainkan repertoar lagu diatonik maupun lagu-lagu yang bertangga nada pelog bahkan slendro.

Sekarang ini, musik Tanjidor lebih sering dipertunjukkan untuk mengarak pengantin dan menyambut tamu agung. Sementara zaman dahulu, para seniman Tanjidor menggantungkan alat-alat musik Tanjidor di rumahnya saat musim bercocok tanam. Namun setelah panen, mereka memainkan Tanjidor untuk mengamen dari rumah ke rumah dan dari restoran ke restoran. Salah satu lagu yang sering dimainkan berjudul Keramat Karam (Kramat Karem) yang tercipta karena peristiwa meletusnya Gunung Krakatau yang menelan banyak korban.

Gambar kesenian musik tanjidor

Gambar kesenian musik tanjidor

Perkembangan musik tanjidor

Peralatan Tanjidor yang ada sekarang merupakan peninggalan Belanda sehingga usianya sudah sangat tua. Alat-alat musik Tanjidor diantaranya adalah

  • Bedug (Bas Drum).
  • Tambur (Snare drum).
  • Simbal (Perkusi)
  • Klarinet.
  • Thrombon.
  • Piston (Terompet).
  • Tenor.
  • Bass Throm.

Dengan alat-alat musik setua itu, Tanjidor biasa digunakan untuk mengiring helaran (hajatan) dan arak-arakan pengantin. Salah satu ciri khas Tanjidor adalah membawakan lagu-lagu Betawi dan bisa disebut cerminan adaptasi masyarakat lokal terhadap musik barat.
Pada tahun 1950-an, bangsa Indonesia mengalami kemelut politik dan keamanan, khususnya di kota Jakarta. Kekuasaan yang Otoriter dan sentralisasi Negara mengeluarkan aturan dan perundang-undangan yang menyebabkan Orkes Tanjidor melakukan pertunjukan dengan cara mengamen, khususnya pada tahun baru masehi dan tahun baru Cina. Hanya dengan menggunakan alas kaki seadanya atau bertelanjang kaki, pemain Orkes Tanjidor mengamen dari pintu ke pintu. Lokasi yang mereka pilih biasanya kawasan elit seperti, kota (sekarang Museum jakarta), Menteng, Salemba, Kebayoran Baru. Diyakini wilayah-wilayah tersebut diatas mayoritas penduduknya keturunan Cina.

Pada tahun 1954, Pemda Jakarta melarang Tanjidor ngamen didalam kota dengan alasan pelarangan tidak diketahui. Jelas hal tersebut membuat para seniman Tanjidor kecewa karena selain pendapatan berkurang, kesenian Tanjidor tidak akan bisa berkembang. Para seniman Tanjidor hanya bisa menunggu panggilan untuk memeriahkan hajatan atau pesta rakyat.

Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Sejarah alat musik kesenian tanjidor dari betawi yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Sejarah alat musik kesenian tanjidor dari betawi. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Sejarah alat musik kesenian tanjidor dari betawi yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Sejarah alat musik kesenian tanjidor dari betawi secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Artikel seni budaya di cari :

artikel tentang pergelaran musik tanjidor, contoh judul musik tanjidor, lighting pada tari turonggo yakso, pengertian dan ciri ciri musik tanjidor, sketsa gambar tanjidor, Sketsa Tanjidor