Pengertian dan sejarah semaphore secara singkat

Bendera semaphore

Bendera semaphore

Penemu semaphore pramuka – Semaphore merupakan suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan bendera, dayung, batang, tangan kosong atau dengan sarung tangan. Informasi yang didapat dibaca melalui posisi bendera atau tangan. Namun kini yang umumnya digunakan adalah bendera, yang dinamakan bendera semaphore. Dalam kepramukaan teknik atau cara semaphore umumnya dilakukan dengan memakai sepasang bendera dengan memiliki ukuran 45cm x 45cm yang merupakan sebuah gabungan dua buah segi tiga sama kaki dengan masing-masing segi tiga memiliki warna merah dan kuning. Pemilihan warna ini sengaja karena warna ini termasuk warna yang terlihat mencolok walaupun terlihat dari jarak bahkan sangat jauh.

Semaphore kini memakai dua bendera yang memiliki bentuk persegi, yang akan dipergunakan oleh pengirim sinyal untuk mengeluarkan posisi-posisi yang bisa diterjemahkan menjadi sebuah huruf dan angka. Sebenarnya dalam warna bendera tergantung pada asal pesan itu dikirimkan, jika pesan dikirimkan dari laut, maka benderanya menggunakan warna merah dan oranye, jika pesan dikirimkan dari jalur darat maka bendera akan mengunakan warna biru dan juga putih. Di Indonesia sendiri bendera yang umum digunakan dalam suatu kegiatan kepramukaan menggunakan warna merah dan oranye. Namun sebenarnya warna bendera itu sendiri tidak terlalu penting, itu hanya merupakan sebuah pertanda agar pesan bisa lebih mudah ditangkap.

Pencipta semaphore

Penemu semaphore ini adalah Claude Chappe. Chappe lahir di Brûlon, Sarthe , Prancis, cucu seorang baron Prancis. Ia dibesarkan untuk layanan gereja, namun ia kehilangan pekerjaan selama Revolusi Perancis . Ia menjalani pendidikan di Lycée Pierre Corneille di Rouen. Dia dan empat saudaranya yang menganggur memutuskan untuk mengembangkan sebuah sistem praktis stasiun relay semaphore, tugas yang diusulkan di zaman kuno, namun tidak pernah direalisasikan. Kakak Claude, Ignace Chappe (1760-1829) adalah anggota Majelis Legislatif selama Revolusi Perancis . Dengan bantuannya, Majelis mendukung proposal untuk membangun jalur relay dari Paris ke Lille (lima belas stasiun, sekitar 120 mil), untuk membawa berita dari perang.

Claude Chappe (25 Desember 1763 – 23 Januari 1805) adalah seorang penemu Perancis yang pada tahun 1792 menunjukkan praktis sistem semaphore yang akhirnya membentang seluruh Perancis . Ini adalah sistem telekomunikasi praktis pertama pada zaman industri, membuat Chappe sang maestro telekomunikasi pertama dengan “internet mekanis.”

Chappe memberikan nama pada penemuannya yang pertama dengan nama “tachygraph”, yang berarti penulis cepat. Lalu kemudian seorang teman menyarankan nama yang berarti seorang penulis jauh, telegraph.
Semaphore merupakan salah satu bentuk isyarat menggunakan bendera yang lazim digunakan ketika perang sipil di Amerika Serikat. Ketika itu bendera yang digunakan berwarna putih dan oranye serta hanya terdiri dari satu bendera saja. Orang yang ditugaskan melakukan isyarat bendera ini biasanya berdiri di sebuah tempat yang tinggi atau di lantai yang tingginya sekitar 2-3 meter dari permukaan tanah. Pada awal abad ke 19, semaphore digunakan dalam komunikasi kelautan.

Sandi isyarat semaphore

  • U-R : berita siap dimulai
  • K : siap menerima berita
  • E (8 kali) : error / ada kesalahan
  • I-N-I : ulangi
  • A-R : berita selesai
  • R : dapat menerima dengan baik
  • A-S : tunggu
  • M-K : geser kanan
  • M-L : geser kiri.

Teknik penyampaian isyarat semaphore

  • Bendera semaphore dipasang pada tongkat dengan warna merah dekat dengan tangkainya.
  • Badan berdiri tegak
  • Memegang 2 buah tongkat semaphore dengan posisi lengan tangan harus menyentuh tongkat semaphore (sehingga tongkatnya seperti sambungan tangan) yang bergunakan untuk meluruskan tongkat semaphore sehingga tongkatnya tidak miring ataupun jatuh
  • Semua pergerakan menggunakan bahu, sehingga kedua tangan tetap lurus.
  • Menyampaikan isyarat semaphore dengan huruf demi huruf yang sudah di tentukan dengan kecepatan yang sesuai

Cara menerima dan mengirim berita dalam semaphore

  • Usahakan dalam mengirim atau menerima berita harus berada di tempat yang cuacanya terang.
  • Untuk pengirim lebih baik dilakukan oleh dua atau tiga orang, satu berguna sebagai pengirim isyarat, satunya lagi beruguna sebagai pembaca isyarat dan satu lagi sebagai yang membawa kunci kode isyarat jika belum hafal
  • Sikap pengirim harus tegak, dan dua orang lainnya dalam posisi jongkok tanpa menghalangi seorang pengirim.
  • Sebelum mengirim sebuah berita , kirim perhatian terlebih dahulu kepada si penerima. Jika si penerima siap, maka menjawab dengan kode “K”
  • Kirimkan huruf perhuruf dari tiap kata.
  • Untuk menyampaikan perkataan sudah selesai dipakai tanda bendera dipegang dengan posisi bersilang kebawah dan juga digunakan ketika ada huruf kembar.
  • Jika setiap perkataan diterima dengan baik, maka penerima menyatakan dengan mengirim kode huruf “C”
  • Bila pengirim ingin mengirimkan sebuah angka. Maka terlebih dahulu harus memberikan tanda A seteah itu baru membuat angkanya.
  • Jika penerima menginginkan supaya kiriman terakhir di ulang, kirimkan kepada seorang pengirim ” INI” dirangkai.
  • Jika pengirim membuat kesalahan maka kirimkan huruf ” E” sebanyak delapan kali.
  • Berita selesai diisyaratkan dengan huruf “AR” tunggulah si penerima mengirimkan huruf “R” artinya ia sudah menerima dengan baik.

Pengertian dan sejarah semaphore secara singkat