Pengertian dan sejarah perkembangan ilmu ekonomi

Pengertian dan sejarah perkembangan ilmu ekonomi - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Pengertian dan sejarah perkembangan ilmu ekonomi " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia.

Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Pengertian dan sejarah perkembangan ilmu ekonomi " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.

Baca : Pengertian dan sejarah perkembangan ilmu ekonomi
Bapak ilmu ekonomi

Bapak ilmu ekonomi

Sejarah ilmu ekonomi indonesia – Ilmu ekonomi adalah pengetahuan mengenai persoalan–persoalan yang berkaitan dengan upaya manusia baik perseorangan (individu) maupun kelompok (keluarga, organisasi) untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas yang dihadapkan pada sumber yang terbatas.

Defenisi ilmu ekonomi menurut adam smith :

Ilmu ekonomi adalah ilmu kekayaan atau ilmu yang khusus mempelajari sarana menuju kekayaan suatu bangsa dengan memusatkan perhatian secara khusus terhadap sebab-sebab material dari kemakmuran, seperti hasil industri dan sebagainnya.

Defenisi ilmu ekonomi menurut Marshall :

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari usaha-usaha individu dalam ikatan pekerjaan dalam kehidupannya sehari-hari.

Kedua defenisi diatas tidak memasukkan semua usaha manusia sebagai pusat perhatian ekonomi, bahkan hanya memasukkan usaha yang bergandengan dengan kekayaan. Dan oleh sebab itu kedua defenisi diatas masih mendapatkan kritikan.

Dan dari kedua defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa ilmu ekonomi itu ialah ilmu mengenai usaha-usaha manusia dalam kehidupannya sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan untuk mencapai kemakmuran dan kekayaan.

SEJARAHNYA

Ilmu ekonomi di negara-negara barat merupakan ilmu yang relatif muda karena baru dipelajari pada akhir abad ke-18. Pada masa itu masyarakat eropa mengalami perkembangan-perkembangan, baik dari segi sosial, politik, maupun ekonomi. Dan pada segi ekonomi mulailah ada perhatian terhadap masalah-masalah ekonomi dan bagaimana jalan keluarnya. Sampai akhir abad ke-19 ilmu ekonomi masih merupakan ilmu teori berdasarkan rumusan fakta ilmiah umum.

Pada awal abad ke-20 mulailah ilmu ekonomi mengalami perkembangan dan mulai timbul mazhab-mazhab ekonomi. Yang pada mulanya ada 2 mazhab yaitu Kapitalisme dan Sosialisme. Kapitalisme dan sosialisme selalu barhadapan untuk menguasai dunia.

Mazhab kapitalisme mengarah kepada materialisme, dan mengakui segi rohani dan moral, akan tetapi tidak meletakkan segi rohani dan moral sebagai sesuatu yang berharga. Sedangkan mazhab sosialisme juga mengarah pada materialisme, akan tetapi mengingkari agama sama sekali. Mereka beranggapan bahwa ekonomilah yang jadi penggerak manusia dalam segala lapangan.

Dan juga muncullah mazhab ekonomi islam (syari’ah), yang didalamnya terdapat cara islam mengatur kehidupan perekonomian manusia yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.

Ekonomi Menurut Aliran Klasik

Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, oleh karenanya, intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling “bertarung” dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya, seperti : new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.

Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen, dkk., dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.

Beberapa tokoh ekonomi klasik seperti Adam Smith (1723-1790), Thomas Robert Malthus (1766-1834), Jean Baptiste Say (1767-1832), David Ricardo (1772-1823), Johan Heinrich von Thunen (1780-1850), Nassau William Senior (1790-1864), Friedrich von Herman, John Stuart Mill (1806-1873) dan John Elliot Cairnes (1824-1875) memperoleh kehormatan dari Karl Marx (1818-1883) atas keklasikan dalam mengetengahkan persoalan ekonomi yang dinilai tidak kunjung lapuk. Berbeda dengan kaum Merkantilis dan Physiokrat, kaum klasik memusatkan analisis ekonominya pada teori harga. Kaum klasik mencoba menyelesaikan persoalan ekonomi dengan jalan penelitian faktor permintaan dan penawaran yang menentukanharga.

John Maynard Keynes (1883-1946) berpendapat bahwa pandangan klasik yang memusatkan perhatian analisa ekonominya pada teori harga, maka perlu dipahami arah penggunaan alat produksi dengan sempurna. Dalam hubungan ini maka pengertian klasik diperluas kepada para ahli ekonomi yang tidak menganggap tidak mungkin adanya suatu pengangguran yang tidak dikehendaki (involuntary unemployment).

Salah satu hasil pemikiran kaum klasik yang sangat mempengaruhi dunia dalam era globalisasi adalah pemikiran mengenai perdagangan internasional. Pemikiran kaum klasik menentang pemikiran kaum merkantilis yang hanya mementingkan masuknya logam mulia dan berorientasi ekspor dengan meminimumkan impor barang dari luar negeri.

Kaum merkantilis meletakan tekanan pada perdagangan luar negeri. Kaum physiokrat memandang pertanian sebagai sumber segala kemakmuran. Adam Smith (1723-1790) sebagai tokoh aliran klasik menyatakan pendapatnya dalam bukunya yang berjudul ”Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” yaitu: ”Pekerjaan yang dilakukan suatu bangsa adalah modal yang membiayai keperluan hidup rakyat itu pada asal mulanya, dan dengan hasil-hasil pekerjaan tersebut dapat dibeli keperluan-keperluan hidupnya dari luar negeri.” Kapasitas produktif daripada kerja selalu bertambah dikarenakan adanya pembagian kerja yang makin mendasar dan rapi.

Dari keterbatasan sumber daya dan keinginan yang tidak terbatas muncullah masalah pokok ekonomi.
Masalah pokok ekonomi telah ada sejak dulu dan tetap ada hingga sekarang. Berikut ini kita akan membahas masalah pokok ekonomi yang telah muncul sejak manusia hidup berkelompok atau bermasyarakat berdasarkan tinjauan ekonom klasik, ekonom neoklasik, dan ekonom modern.

Ekonomi klasik diwakili oleh Adam Smith. Menurut Adam Smith kemakmuran tidak terletak pada emas, melainkan pada barang-barang. Kemakmuran menunjukkan suatu keadaan yang seimbang antara kebutuhan dengan benda pemuas kebutuhan. Proses untuk mencapai kemakmuran suatu masyarakat tidaklah mudah. Hal inilah yang menjadi masalah pokok ekonomi di masyarakat.

Menurut teori ilmu ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi masyarakat dapat digolongkan kepada tiga permasalahan penting, yaitu masalah produksi, masalah distribusi, dan masalah konsumsi.

Masalah Produksi

Untuk mencapai kemakmuran, barang-barang kebutuhan harus tersedia di tengah masyarakat. Karena masyarakat sangat heterogen, maka barang-barang yang tersediapun beragam jenisnya sehingga muncul permasalahan bagi produsen, yaitu barang apa saja yang harus diproduksi. Munculnya pertanyaan tersebut di atas tidak lain karena heterogennya masyarakat. Dengan demikian, tentu menimbulkan permasalahan bagi produsen dan menimbulkan kekhawatiran apabila memproduksi suatu barang tertentu, tetapi tidak dikonsumsi masyarakat.

Masalah Distribusi

Agar barang/jasa yang telah dihasilkan dapat sampai kepada orang yang tepat, dibutuhkan sarana dan prasarana distribusi yang baik. Contoh, dari kebun hasil panen perlu alat angkut yang ditunjang prasarana jalan yang baik agar hasil panen cepat sampai ke tangan konsumen dan tidak tertimbun di produsen.

Masalah Konsumsi

Hasil produksi yang telah didistribusikan kepada masyarakat idealnya dapat dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat yang tepat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tepat pula. Persoalan yang muncul apakah barang tersebut akan dikonsumsi dengan tepat oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkannya atau menjadi sia-sia karena tidak terjangkau oleh masyarakat sehingga proses konsumsi tidak berjalan sebagaimana mestinya?

Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Pengertian dan sejarah perkembangan ilmu ekonomi yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Pengertian dan sejarah perkembangan ilmu ekonomi. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Pengertian dan sejarah perkembangan ilmu ekonomi yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Pengertian dan sejarah perkembangan ilmu ekonomi secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Artikel seni budaya di cari :

ilmu singo lodro