Pengertian dan penyebab terjadinya vacuum of power di indonesia

Pengertian dan penyebab terjadinya vacuum of power di indonesia - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Pengertian dan penyebab terjadinya vacuum of power di indonesia " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia.

Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Pengertian dan penyebab terjadinya vacuum of power di indonesia " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.

Baca : Pengertian dan penyebab terjadinya vacuum of power di indonesia
Jepang menyerahkan kekuasaan

Jepang menyerahkan kekuasaan

Asal usul terjadinya vacuum of power – Peristiwa kekosongan kekuasaan atau sering dikenal dengan istilah Vacum of Power di Indonesia diawali dengan terjunnya Jepang menjadi negara imperialis mengikuti jejak bangsa-bangsa Barat. Pasukan Jepang berhasil menghancurkan pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai dan semua itu menyebabkan ruang gerak pasukan Jepang bertambah bebas.Gerakan pasukan Jepang itu membuat khawatir bangsa-bangsa Eropa yang menduduki kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

Bulan Desember 1941 Jepang melancarkan agresi militernya ke Asia Timur dan Asia Tenggara. Bulan Januari 1942 balatentara Dai Nippon menyerbu ke wilayah India-Belanda, dan dalam waktu singkat menduduki hampir seluruh jajahan Belanda. Pada 9 Maret 1942 di Pangkalan Udara Kalijati dekat Subang, Jawa Barat, Jenderal Hein ter Poorten sebagai Panglima Tertinggi tentara Belanda di India-Belanda, mewakili Gubernur Jenderal Jonkheer Tjarda van Starkenborgh Stachouwer, secara resmi menandatangani dokumen MENYERAH TANPA SYARAT kepada tentara Jepang di bawah pimpinan Letnan Jendral Hitoshi Imamura. Tentara Belanda yang “perkasa” secara sangat pengecut dan memalukan, hampir tanpa perlawanan sedikit pun, menyerah kepada tentara Jepang. Sangat memalukan bagi mereka, karena dengan demikian hilanglah mitos superioritas ras kulit putih, yang telah menyatakan diri sebagai ras unggul yang tak terkalahkan, ternyata dapat dikalahkan oleh bangsa Asia.

Sejarah vacuum of power

Dengan demikian, 9 Maret 1942, bukan saja merupakan penyerahan kewenangan atas wilayah India-Belanda kepada Jepang, melainkan juga merupakan hari yang sangat bersejarah bagi penduduk di Nusantara, karena tanggal itu juga sekaligus menandai secara resmi berakhirnya penjajahan Belanda di bumi Nusantara. Hal ini berarti, bahwa setelah Belanda diduduki Jerman, Pemerintah India-Belanda juga tidak eksis lagi.
Jepang kemudian juga menyerah tanpa syarat kepada tentara Sekutu pada 15 Agustus 1945. Namun dokumen kapitulasi tersebut baru ditandatangani pada 2 September 1945, di atas kapal Missouri di Tokyo Bay.
Dengan demikian, antara tanggal 15 Agustus sampai 2 September 1945, terdapat Vacuum of power di seluruh wilayah pendudukan Jepang, termasuk di bekas jajahan Belanda.

Di masa Vacuum of power tersebut, para pemimpin bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 menyatakan KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA, dan pada 18 Agustus Komite Nasional Indonesia –yang merupakan representasi seluruh rakyat Indonesia- mengangkat Ir. Sukarno sebagai Presiden dan Drs. M. Hatta sebagai Wakil Presiden, dan mereka kemudian membentuk kabinet RI. Otoritas militer Jepang tidak melakukan langkah-langkah untuk menentang proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia, dan bahkan pihak Angkatan Laut Jepang di bawah Admiral Maeda menjamin kelancaran persiapan proklamasi tersebut. Selain itu, diangkat para Gubernur untuk provinsi-provinsi di seluruh wilayah bekas India-Belanda, dan di daerah-daerah, rakyat mengambil alih kekuasaan dari tentara pendudukan Jepang yang sudah lumpuh, dan tokoh-tokoh masyarakat membentuk pemerintahan setempat. Di beberapa daerah, persenjataan dari tentara Jepang direbut dengan kekerasan dan memakan korban jiwa di kedua belah pihak. Namun secara keseluruhan, proklamasi kemerdekaan tersebut bukan merupakan suatu pemberontakan terhadap Jepang.

Dengan demikian tiga syarat untuk pembentukan suatu negara telah terpenuhi, yaitu:

  • Adanya wilayah,
  • adanya penduduk, dan
  • adanya pemerintahan.
Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Pengertian dan penyebab terjadinya vacuum of power di indonesia yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Pengertian dan penyebab terjadinya vacuum of power di indonesia. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Pengertian dan penyebab terjadinya vacuum of power di indonesia yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Pengertian dan penyebab terjadinya vacuum of power di indonesia secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Artikel seni budaya di cari :

vacuum of power, Penyebab vacuum of power, Vacum of power, tentang vocum of power, sejarah vacum of power, sejarah the vacum of power, penyebab vacum power, penyebab terjadinya masa vacuum of power di indonesia, negara vacuum of power, masa terjadinya vacum of power di, kapan di indonesia terjadi nacum of power, jelaskan vacuum of power, Doge batu gantung, dampak terjadinya vacum of power di indonesia, arti dari masa vacuum