Pengertian dan penyebab terjadinya vacuum of power di indonesia

Jepang menyerahkan kekuasaan

Jepang menyerahkan kekuasaan

Asal usul terjadinya vacuum of power – Peristiwa kekosongan kekuasaan atau sering dikenal dengan istilah Vacum of Power di Indonesia diawali dengan terjunnya Jepang menjadi negara imperialis mengikuti jejak bangsa-bangsa Barat. Pasukan Jepang berhasil menghancurkan pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai dan semua itu menyebabkan ruang gerak pasukan Jepang bertambah bebas.Gerakan pasukan Jepang itu membuat khawatir bangsa-bangsa Eropa yang menduduki kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

Bulan Desember 1941 Jepang melancarkan agresi militernya ke Asia Timur dan Asia Tenggara. Bulan Januari 1942 balatentara Dai Nippon menyerbu ke wilayah India-Belanda, dan dalam waktu singkat menduduki hampir seluruh jajahan Belanda. Pada 9 Maret 1942 di Pangkalan Udara Kalijati dekat Subang, Jawa Barat, Jenderal Hein ter Poorten sebagai Panglima Tertinggi tentara Belanda di India-Belanda, mewakili Gubernur Jenderal Jonkheer Tjarda van Starkenborgh Stachouwer, secara resmi menandatangani dokumen MENYERAH TANPA SYARAT kepada tentara Jepang di bawah pimpinan Letnan Jendral Hitoshi Imamura. Tentara Belanda yang “perkasa” secara sangat pengecut dan memalukan, hampir tanpa perlawanan sedikit pun, menyerah kepada tentara Jepang. Sangat memalukan bagi mereka, karena dengan demikian hilanglah mitos superioritas ras kulit putih, yang telah menyatakan diri sebagai ras unggul yang tak terkalahkan, ternyata dapat dikalahkan oleh bangsa Asia.

Sejarah vacuum of power

Dengan demikian, 9 Maret 1942, bukan saja merupakan penyerahan kewenangan atas wilayah India-Belanda kepada Jepang, melainkan juga merupakan hari yang sangat bersejarah bagi penduduk di Nusantara, karena tanggal itu juga sekaligus menandai secara resmi berakhirnya penjajahan Belanda di bumi Nusantara. Hal ini berarti, bahwa setelah Belanda diduduki Jerman, Pemerintah India-Belanda juga tidak eksis lagi.
Jepang kemudian juga menyerah tanpa syarat kepada tentara Sekutu pada 15 Agustus 1945. Namun dokumen kapitulasi tersebut baru ditandatangani pada 2 September 1945, di atas kapal Missouri di Tokyo Bay.
Dengan demikian, antara tanggal 15 Agustus sampai 2 September 1945, terdapat Vacuum of power di seluruh wilayah pendudukan Jepang, termasuk di bekas jajahan Belanda.

Di masa Vacuum of power tersebut, para pemimpin bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 menyatakan KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA, dan pada 18 Agustus Komite Nasional Indonesia –yang merupakan representasi seluruh rakyat Indonesia- mengangkat Ir. Sukarno sebagai Presiden dan Drs. M. Hatta sebagai Wakil Presiden, dan mereka kemudian membentuk kabinet RI. Otoritas militer Jepang tidak melakukan langkah-langkah untuk menentang proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia, dan bahkan pihak Angkatan Laut Jepang di bawah Admiral Maeda menjamin kelancaran persiapan proklamasi tersebut. Selain itu, diangkat para Gubernur untuk provinsi-provinsi di seluruh wilayah bekas India-Belanda, dan di daerah-daerah, rakyat mengambil alih kekuasaan dari tentara pendudukan Jepang yang sudah lumpuh, dan tokoh-tokoh masyarakat membentuk pemerintahan setempat. Di beberapa daerah, persenjataan dari tentara Jepang direbut dengan kekerasan dan memakan korban jiwa di kedua belah pihak. Namun secara keseluruhan, proklamasi kemerdekaan tersebut bukan merupakan suatu pemberontakan terhadap Jepang.

Dengan demikian tiga syarat untuk pembentukan suatu negara telah terpenuhi, yaitu:

  • Adanya wilayah,
  • adanya penduduk, dan
  • adanya pemerintahan.

Pengertian dan penyebab terjadinya vacuum of power di indonesia