Filosofi dan makna lagu darah juang mahasiswa

Foto pencipta lagu darah juang

Foto pencipta lagu darah juang

Darah Juang merupakan sebuah lagu yang tidak hanya populer dikalangan aktivis mahasiswa saja, melainkan telah menyebar ke berbagai komponen masyarakat, menjadi penyemangat, perekat dan pemersatu bangsa.

Lagu itu telah melekat dan dikenal luas, namun belum tentu semua orang mengenal sosok siapa yang menciptakan lagu tersebut. Johnsoni Marhasak Lumbantobing atau dikenal dengan panggilan akrabnya John Tobing, adalah sang pencipta dari lagu tersebut. Menurutnya, lagu itu diciptakan menjelang kongres pertama Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY) pada tahun 1991 yang merupakan himpunan dari kelompok mahasiswa pro demokrasi dari berbagai kampus. Lirik yang awalnya merupakan coretan dari Dadang Juliantara, mengalami perubahan dan penambahan dari para aktivis masa itu. Sebutlah Budiman Sudjatmiko (sekarang politisi PDIP), Satya Nugroho, (almarhum) Andi Munajat dan Raharjo Waluyo Jati.

Lagu Darah Juang mampu mengobarkan semangat para pejuang masa kini, para pejuang yang rela berpanas-panasan demi kesejahtreraan rakyat. Lagu inilah yang membakar semangat para mahasiswa, menghilangkan lelah, rasa penat demi satu tujuan utama yakni perbaikan ke arah yang lebih baik.

Lirik lagu darah juang

Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Tanah kami subur, Tuan

Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda, relakan darah juang kami
Untuk membebaskan rakyat

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda, relakan darah juang kami
Untuk membebaskan rakyat

Filosofi dan makna lagu darah juang mahasiswa