Biografi dan riwayat hidup tjetje somantri

Biografi dan riwayat hidup tjetje somantri - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Biografi dan riwayat hidup tjetje somantri " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia.

Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Biografi dan riwayat hidup tjetje somantri " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.

Baca : Biografi dan riwayat hidup tjetje somantri
Foto tjetje somantri

Foto tjetje somantri

Tjetje Somantri adalah seorang tokoh tari Sunda yang sangat penting dalam khasanah tari Sunda. Nama lengkapnya adalah R. Rusdi Somantri, yang kemudian dipanggil dengan nama Tjetje. Lahir di Wanayasa, Purwakarta 1892 dari pasangan R. Somantri Kusumah dan Ny. R. Siti Munigar. Ayahnya meninggal sejak ia masih dalam kandungan ibunya yang baru berusia delapan bulan. Tjetje, kemudian dibesarkan pamannya, R. Karta Kusumah hingga dewasa. Ia mempunyai saudara seibu yakni R. Basari, R. Mujenan, dan R. Jumanah.

Pada tahun 1907, ia menyelesaikan sekolah di DIS dan meneruskan sekolahnya di Voor Work OSVIA (Opleidingschool Voor Inlandsche Ambternaren), yakni sekolah Pamong Praja atau sekolah menak di Bandung. Ketika masih sekolah di OSVIA, ia sudah gemar menari tayub. Kegemaran menari dalam tayuban, menyebabkan ia sering bolos sekolah, dan oleh sebab itulah ia tidak menamatkan sekolahnya. Oleh pamannya, Patih Mayadipura, ia dimasukkan sebagai pegawai di suatu kecamatan di Purwakarta. Akan tetapi, karena sering mangkir, ia kemudian diberhentikan.

Pada tahun 1916, Tjetje bekerja di kantor Kehutanan Purwakarta dan mendapat jabatan sebagai Mantri Polisi Kehutanan. Di kantor ini pun ia sering tak masuk kerja hanya karena ia sangat mencintai seni tari. Pada tahun 1918, pamannya menganjurkan agar melamar pekerjaan lain di Bandung. Ia kemudian diterima bekerja di sebuah bank milik pemerintah kolonial Belanda di Jl. Braga No. 14, yakni bank Denis (De Earste Nederlandsche Indische Spaarkas en Hipotheek bank). Nampaknya ia tak betah bekerja. Di bank ini pun ia seringkali mangkir, bahkan oleh teman-temannya yang bangsa Belanda itu, ia acapkali ditegur yang akhirnya berujung dengan pertengkaran. Tjetje akhirnya ke luar dari bank tersebut.

Belajar menari sejak usia muda. Tari Tayub dipelajarinya dari Aom Doyot, (Wedana Leuwiliang, Bogor) di Pendopo Kabupaten Purwakarta sekitar tahun 1911. Tari topeng Cirebon yang dipelajari dari Wentar dan Koncer (dalang topeng Cirebon) pada tahun 1918 bersama teman-teman sebayanya, antara lain Asep Berlian, Endang Thamrin, dan lain-lain. Tarian yang dipelajarinya, antara lain topeng Pamindo, topeng Klana, dan lain-lain. Ia juga belajar tari kepada dua orang guru asal Susukan-Cirebon, Kamsi dan Karta. Pada tahun 1925, Tjetje kemudian memperdalam tari topeng kepada salah seorang Pangeran Kesultanan Cirebon, Elang Oto Denda Kusumah. Tari-tarian yang dipelajarinya antara lain: Menak Jingga, Anjasmara, Jingga Anom Nyamba, Anjasmara, Menak Koncar, Panji, dan Kendit Birayung. Pada tahun ini pula ia belajar wayang wong kepada Aom Menim, Camat Buah Batu. Dalam pertunjukan wayang wong pada tahun 1926 yang diselenggarakan atas prakarsa Bupati Bandung, Kanjeng Adipati Arya Wiranata Kusumah V, dan dikoordinir oleh R.A. Adiputra, Tjetje diberi peran tokoh Baladewa. Pada tahun ini pula ia menjadi guru tari di OSVIA dengan mengajarkan tari keurseus dan tari wayang.

Pada tahun 1930, Tjetje bertemu dengan R.M. Sutignja dan banyak mendapat petunjuk tentang kepenarian Jawa. Ia juga belajar tari Jawa kepada Sudiani dan Sujono pelatih tari yang bertempat di Gedung Mardi Harjo. Sudiani dan Sujono adalah dua pelatih tari di Perkumpulan Tirtayasa dan Sekar Pakuan pimpinan Tb. Oemay Martakusumah. Sedangkan pada tahun 1935, Tjetje bertemu dengan Tb. Oemay Martakusumah, seorang pegawai Jawatan Kebudayaan Jawa Barat dan pimpinan Badan Kesenian Indonesia (BKI). Rupanya, pertemuan dengan Tb. Oemay Martakusumah menjadi berkat bagi Tjetje, ia bak peribahasa ’ikan masuk ke dalam air’. Jiwa seninya kemudian tersalurkan, bakat dan kreativitasnya terbina. Ia kemudian dijadikan sebagai salah satu pengajar tari di BKI. Di dalam wadah kesenian itulah ia berkreativitas, menciptakan berbagai macam tarian. Tari yang diciptakannya kebanyakan tari putri, seperti tari Anjasmara, Sekarputri, Sulintang, Ratu Graeni, Kandagan, Merak, Srigati, Dewi, Topeng Koncaran, dan sebagainya. Tari-tarian putra antara lain: Kendit Birayung, Menak Jingga, Yuyu Kangkang, Panji, dan sebagainya. Sedangkan kostum tari-tariannya kebanyakan didesain oleh Tb. Oemay Martakusumah.

Suatu catatan penting bahwa, karya tari Tjetje Somantri telah memperkaya khasanah seni tari Jawa Barat. Bagaimanapun ia adalah seorang koreografer pembaharu tari Sunda, yang kemudian banyak menginspirasi banyak seniman tari lainnya. Ia pulalah yang ’mendobrak’ imij penari wanita (ronggeng) dari jelek menjadi terhormat. Selain itu, ia pun berhasil membuat tradisi baru dalam menyajikan tari, yakni dengan membuat tari rampak.

Bersama para penari wanita, karya-karya tarinya seringkali dipentaskan di berbagai event, di dalam maupun di luar negeri, serta diajarkan di berbagai sekolah. Kini, sebagian karya tarinya menjadi salah satu mata kuliah/pelajaran di sekolah seni dan di perguruan tinggi seni seperti KOKAR Bandung (kini SMKI/SMK 10) Bandung, ASTI (kini STSI) Bandung, dan IKIP (kini UPI) Bandung. Atas jasa-jasanya di bidang seni tari, pada tahun 1961 ia mendapat anugerah seni berupa Piagam Wijaya Kusumah dari pemerintah Republik Indonesia.

Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Biografi dan riwayat hidup tjetje somantri yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Biografi dan riwayat hidup tjetje somantri. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Biografi dan riwayat hidup tjetje somantri yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Biografi dan riwayat hidup tjetje somantri secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Artikel seni budaya di cari :

kostum tari cublak cublak suweng, nama nama darbuka terkenal, tari beserta sinopsisnya