Asal usul istilah “turn back crime” kepolisian indonesia

Asal usul istilah “turn back crime” kepolisian indonesia - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Asal usul istilah “turn back crime” kepolisian indonesia " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia.

Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Asal usul istilah “turn back crime” kepolisian indonesia " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.

Baca : Asal usul istilah “turn back crime” kepolisian indonesia
Gambar kaos turn back crime

Gambar kaos turn back crime

Asal mula slogan turn back crime – Interpol menggalakkan kampanye tentang kepedulian global terhadap kejahatan dengan moto “TURN BACK CRIME”. Interpol adalah organisasi polisi internasional terbesar di dunia, dengan 190 negara anggota. Peran interpol memungkinkan polisi di seluruh dunia untuk bekerja sama untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman. Dukungan teknis dan operasional infrastruktur teknologi tinggi membantu memenuhi tantangan memerangi pertumbuhan kejahatan di abad ke-21.

Turn Back Crime adalah kampanye global yang menyoroti bahaya kejahatan terorganisir dan efeknya dalam kehidupan sehari-hari. Kampanye menggunakan berbagai saluran media – termasuk video, situs dan jaringan sosial – memberikan nasihat tentang bagaimana untuk tetap aman dan mendorong masyarakat umum, bisnis dan pemerintah untuk memainkan peran dalam mengurangi dampak kejahatan.

Target audience kampanye “Turn Back Crime” adalah masyarakat umum, kalangan bisnis dan instansi pemerintah agar mereka kembali peduli dan menyadari terhadap kejahatan disekitarnya dan memeranginya secara bersama-sama untuk menciptakan dunia yang aman. Beberapa kejahatan tidak harus terjadi. Bersama-sama kita bisa mencegah mereka.

Adapun pesan-pesan yang disampaikan dalam kampanye, diantaranya meliputi ;

  • ‘Organised crime starts with money, don’t let it be yours’ (kejahatan terorganisir dimulai dengan uang, jangan biarkan hal itu terjadi pada anda)
  • ‘Know the risks, stay safe’ (kenali bahaya, tinggal dengan aman)
  • ‘Together we can’ (bersama-sama kita bisa)

Membuat masyarakat kita lebih aman

Melalui kampanye “turn back crime” diharapkan meningkatkan kesadaran tentang kejahatan terorganisir, jaringan kriminal transnasional serta berbagai kejahatan yang dapat mempengaruhi masyarakat. Secara khusus, kejahatan-kejahatan yang berbahaya bagi kesehatan atau yang difasilitasi oleh Internet menjadi perhatian dalam kampanye anti kejahatan global ini.

Pemalsuan barang, obat-obatan, cybercrime dan kejahatan terhadap anak-anak seharusnya dapat diperangi oleh masyarakat dengan mengambil langkah-langkah melindungi diri dan keluarga mereka. Misalnya, dengan berbelanja hanya di outlet terkemuka atau resmi dengan lebih ekstra hati-hati dan teliti dalam kegiatan online. Melalui perubahan perilaku ini juga dapat membantu mengurangi jumlah uang sebagai sumber pendapatan yang mendorong sindikat kejahatan membiayai serta melakukan kegiatan ilegal mereka.

Kapan Kampanye dimulai ?

Kampanye Turn Back Crime di Dunia, termasuk Indonesia dimulai sejak 5 Juni 2014, yang ditetapkan sebagai hari anti kejahatan pemalsuan secara internasional. Mabes Polri menyatakan perang terhadap segala bentuk pemalsuan dan pembajakan. Jadi jika anda melihat anggota Kepolisian RI menggunakan T-Shirt atau Baju berlabel “TURN BACK CRIME” , hal tersebut merupakan bagian kesepakatan internasional untuk mengkampanyekan anti kejahatan terorganisir lintas negara secara global yang digulirkan Interpol.

“Dengan menciptakan barang tiruan tersebut, mereka telah menggunakan kecanggihan teknologi dan kemudahan sarana dan transportasi untuk memperluas jaringan kejahatan di seluruh dunia,” kata Karopenmas Mabes Polri saat itu Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

Dengan banyaknya kejahatan pemalsuan, akan berakibat buruk terhadap perekonomian dunia. Akibat pemalsuan itu, efek global kini kian terasa terutama mempengaruhi dan mengancam kelangsungan perekonomian Internasional.

“Hal itu seperti mencari jarum di tengah hutan. Semakin sulit dan rumit mengatasinya. Untuk itu diperlukan kerjasama secara internasional dengan kesungguhan bersama dari berbagai pihak. Dari organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, sampai dengan perorangan, untuk mengatasi masalah tersebut,” ungkapnya.

Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Asal usul istilah “turn back crime” kepolisian indonesia yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Asal usul istilah “turn back crime” kepolisian indonesia. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Asal usul istilah “turn back crime” kepolisian indonesia yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Asal usul istilah “turn back crime” kepolisian indonesia secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Artikel seni budaya di cari :