Asal usul dan perkembangan tari sekapur sirih

Asal usul dan perkembangan tari sekapur sirih - Pencarian kesenian dan tarian budaya dengan kata kunci " Asal usul dan perkembangan tari sekapur sirih " di temukan di suog.co. Untuk mencari informasi atau artikel sejarah yang sesuai dengan tarian, lagu daerah, alat musik tradisional, budaya, gambar, kesenian, asal usul, asal muasal, cerita rakyat anda dapat menuliskan kata kunci yang ada pada kolom pencarian yang sudah tersedia.

Dengan semakin berkembang nya teknologi internet, situs suog.co berusaha untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sejarah di dunia, khususnya kesenian. Situs suog.co memiliki ratusan artikel kesenian tari dan alat musik tradisional misal " Asal usul dan perkembangan tari sekapur sirih " yang di anda jadikan masukan atau bahan referensi ilmu pengetahuan anda.

Baca : Asal usul dan perkembangan tari sekapur sirih
Foto tari sekapur sirih

Foto tari sekapur sirih

Tari Sekapur Sirih merupakan kesenian tari selamat datang yang diperuntukan kepada tamu-tamu besar. Tarian sekapur sirih berasal dari Provinsi Jambi dan Riau.Selain itu tari sekapur sirih juga terkenal di malaysia sebagai tarian wajib kepada tamu besar

Asal usul tari sekapur sirih memiliki makna Keagungan dalam gerak yang lembut dan halus menyatu dengan iringan musik serta syair yang ditujukan bagi para tamu. Menyambut dengan hati yang putih muka yang jernih menunjukkan keramahtamahan bagi tetamu yang dihormati.

Tari sekapur sirih menggambarkan ungkapan rasa putih hati masyarakat dalam menyambut tamu. Sekapur Sirih biasanya ditarikan oleh 9 orang penari perempuan, dan 3 orang penari laki-laki, 1 orang yang bertugas membawa payung dan 2 orang pengawal.

Gambar tari sekapur sirih

Gambar tari sekapur sirih

Properti tari sekapur sirih

  • Cerano/wadah yang berisikan lembaran daun sirih
  • payung
  • keris
  • Pakaian: baju kurung /adat Jambi
  • iringan musik langgam melayu dengan alat musik yang terdiri dari : biola, gambus, akordion, rebana, gong dan gendang.

Gerakan Dalam Tarian

Jumlah penari dalam tarian ini ialah 9 orang penari perempuan dan 3 orang penari laki-laki. Di antara dua belas penari tersebut satu orang bertugas memegang payung, dua orang pengawal, dan sisanya menari. Gerakan melenggang, sembah tinggi, merentang kepak, berhias (memasang cincin, gelang, anting, serta bedak gincu dan calak), gerakan putar setengah, putar penuh menjadi bagian dari tarian ini. Gerakan tersebut dilakukan dalam posisi level rendah dan sedang sedangkan pola lantai yang dimainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tempat pementasan.

Gerakan tarian ini terdiri dari sembah tari, yaitu tangan diangkat di atas bahu. Kemudian penari akan melakukan sembah tamu, yaitu gerakan tangan yang mengangkat tangan ke atas dada. Setelah itu penyerah siri melakukan pose setengah jongkok dan setengah berdiri untuk tarian yang dilakukan di luar rumah, sementara itu gerakan lantai dilakukan untuk tarian yang dilakukan di dalam rumah.

Iringan Musik

  • Biola
  • Gambus
  • Akordion
  • Rebana
  • Gong
  • Gendang
Dengan alasan hak cipta (copyright) atas artikel asal usul dengan judul Asal usul dan perkembangan tari sekapur sirih yang merupakan hasil tulisan dari beberapa sumber yang ada di internet. suog.co hanya menampilkan sebagian isi dari Asal usul dan perkembangan tari sekapur sirih. Untuk memudahkan pencarian artikel asal usul, suog.co juga menyediakan layanan pencarian artikel seputar sejarah, seperti Asal usul dan perkembangan tari sekapur sirih yang dapat anda temukan dengan layanan pencarian yang sudah tersedia. Dan seluruh artikel asal usul yang terdapat di suog.co ini kami ambil dari beberapa blog atau situs kesenian dan sejarah yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, jika anda ingin melihat lebih jelas Asal usul dan perkembangan tari sekapur sirih secara lengkap, anda dapat mencari beberapa artikel sejarah pada kolom pencarian yang sudah di sediakan.

Artikel seni budaya di cari :

apa itu sahadat sirih, gambar bedak jaranan, iringan tarian naga, kata2sekapur sirih, kotak sirih, langkah2 latihan tarian rongeng nenor foto, legebda daun sirih, notasi angka sekapur sirih